“Kami ingin melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga peka terhadap isu lingkungan di daerahnya,” kata Lumban.

Ia menyoroti pentingnya peran pemulung dalam sistem pengelolaan sampah, serta mendorong uji coba penggunaan komposter dan pemilahan sampah organik-anorganik sejak di Tempat Penampungan Sementara (TPS) sebagai langkah konkret menuju pengelolaan sampah berkelanjutan.

Langkah Lanjutan: Bimtek Pengelolaan Lingkungan

Forum ini akan berlanjut pada Kamis (16/10/2025) dengan agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk memperdalam materi terkait pengelolaan sampah, keanekaragaman hayati, dan pemantauan IKLH.

Kegiatan ini diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan lingkungan yang bisa diterapkan oleh pemerintah daerah dan lembaga pendidikan di seluruh NTT. (*/rnc)