Kuala Lumpur, RakyatNTT.ID PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali mencatat prestasi membanggakan di kancah internasional dengan meraih penghargaan Best Microfinance Sukuk dalam ajang The Asset Triple A Islamic Finance Awards 2025 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia.

Penghargaan bergengsi ini memperkuat posisi PNM sebagai lembaga pembiayaan nasional yang konsisten menghadirkan inovasi keuangan syariah untuk mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya kelompok perempuan prasejahtera.

Pengakuan Global atas Kinerja Syariah PNM

Prestasi tahun ini melanjutkan pencapaian serupa yang diperoleh PNM pada tahun 2022 dan 2024 dari lembaga yang sama, yaitu The Asset.
Penghargaan beruntun tersebut menjadi bukti nyata konsistensi dan keberlanjutan kinerja PNM dalam mengembangkan model pembiayaan berbasis syariah yang inklusif, relevan, dan berdampak sosial.

Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterima perusahaannya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada The Asset atas penghargaan yang diberikan. Pencapaian ini menjadi dorongan bagi PNM untuk terus memperkuat peran dalam memberdayakan perempuan prasejahtera agar bisa naik kelas,” ujar Arief, dalam keterangan tertulis, Minggu (5/10/2025).

PNM Perluas Jaringan dan Layanan Syariah

Sebagai lembaga pembiayaan milik negara yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat kecil, PNM kini memiliki 4.656 jaringan layanan yang mencakup:

  • 58 kantor cabang,
  • 3.977 unit layanan Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera), dan
  • 621 unit layanan ULaMM (Unit Layanan Modal Mikro).

Jaringan ini tersebar di 36 provinsi, 452 kabupaten/kota, dan 6.165 kecamatan di seluruh Indonesia, sehingga masyarakat akar rumput dapat lebih mudah mengakses permodalan dan pendampingan usaha.

Hingga Agustus 2025, PNM telah melayani 22,5 juta nasabah, dengan 74% portofolio pembiayaan berbasis syariah. Data ini menunjukkan komitmen kuat PNM dalam memperluas ekosistem keuangan syariah yang mendukung kemandirian ekonomi masyarakat kecil.

Inovasi Orange Bonds dan Pembiayaan Berkelanjutan

Selain sukses di bidang microfinance, PNM juga mencatat sejarah sebagai penerbit orange bonds pertama di Indonesia, kedua di Asia, dan kelima di dunia.

Tidak hanya itu, PNM menjadi penerbit orange sukuk pertama di Indonesia sekaligus di dunia, menjadikannya pionir dalam instrumen pembiayaan berkelanjutan yang fokus pada pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender.

“PNM diberikan mandat untuk memberikan akses permodalan dan pendampingan kepada masyarakat prasejahtera di lapisan terbawah (bottom of the pyramid). Kami berkomitmen menghadirkan dampak sosial-ekonomi yang berkelanjutan,” tegas Arief Mulyadi.

Fokus pada Pemberdayaan Perempuan dan UMKM

Melalui program unggulan Mekaar, PNM berfokus pada peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi perempuan prasejahtera.

Pendekatan berbasis komunitas ini memungkinkan pelaku usaha ultra mikro untuk mendapatkan akses pembiayaan tanpa jaminan, sekaligus mendapatkan pendampingan usaha dan pelatihan kewirausahaan.

PNM berharap penghargaan internasional ini dapat menjadi pemacu semangat baru untuk terus memperluas jangkauan layanan, memperkuat produk syariah, dan menghadirkan program pemberdayaan yang berkelanjutan.

Dukung Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

Capaian PNM selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan nomor 5: Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan. PNM optimistis dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkeadilan. (*/rnc)