Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Data terbaru menunjukkan bahwa kanker kolorektal kini menjadi penyebab utama kematian akibat kanker pada pria di bawah usia 50 tahun di AS.
Sementara pada wanita muda, penyakit ini berada di posisi kedua setelah kanker payudara, dan diprediksi akan menempati posisi pertama pada 2030 jika tren peningkatan terus berlanjut.
Jumlah Kasus Masih Relatif Kecil, tapi Butuh Perhatian
Meski angka peningkatan signifikan, Dr. Ng menegaskan bahwa jumlah total kasus kanker kolorektal pada usia muda masih kecil dibanding populasi umum. Namun, tren kenaikannya yang konsisten menjadi sinyal penting bagi dunia medis.
Pentingnya Deteksi Dini
Dalam beberapa dekade terakhir, tingkat kematian akibat kanker usus besar di semua kelompok umur menurun berkat kemajuan pengobatan dan kesadaran skrining dini.
Namun, penurunan ini tidak terjadi pada kelompok usia muda. Oleh karena itu, sejak 2021, pemerintah AS menurunkan usia rekomendasi skrining dari 50 tahun menjadi 45 tahun bagi orang dengan risiko rata-rata.
“Fokus utama saat ini adalah memahami penyebab meningkatnya kasus pada usia muda, bukan menurunkan lagi usia skrining,” tegas Dr. Ng.
Ia menambahkan bahwa skrining dini tetap menjadi kunci untuk mendeteksi kanker kolorektal sebelum berkembang ke stadium lanjut, sehingga peluang kesembuhan meningkat secara signifikan. (*/rnc)
