Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Waikabubak, RakyatNTT.ID — Pertemuan tingkat tinggi High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Daratan Sumba sukses digelar dengan tema “Penguatan Koordinasi Pengendalian Inflasi Antar Daerah Berbasis Platform Digital untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah.”
Kegiatan ini berlangsung di Waikabubak, Kamis (23/10/2025), diikuti sekitar 200 peserta dari empat kabupaten di Pulau Sumba ini mendapat dukungan dari Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) serta APBD Kabupaten Sumba Barat.
Ketua Panitia dalam laporannya menjelaskan bahwa acara ini bertujuan memperkuat komitmen bersama untuk mengoptimalkan pengendalian inflasi dan meningkatkan indeks elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD). Pertemuan strategis tersebut menjadi wadah penting untuk memperkuat sinergi antar pemerintah kabupaten di Pulau Sumba.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumba Barat menegaskan dukungan terhadap program digitalisasi pajak dan retribusi melalui aplikasi Simpada berbasis Android. Aplikasi ini memudahkan masyarakat dalam membayar pajak daerah dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) secara digital tanpa perlu datang ke kantor Bapenda maupun Bank NTT.
Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, SH., dalam sambutannya menekankan bahwa kegiatan ini merupakan langkah krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mempercepat transformasi digital sektor keuangan daerah. Pemerintah daerah terus menjalankan program operasi pasar murah, inspeksi pasar, serta kerja sama lintas kabupaten berlandaskan empat pilar pengendalian inflasi: keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
Lebih lanjut, Bupati Yohanis Dade menyampaikan komitmen memperluas elektronifikasi transaksi daerah bersama Bank NTT. Upaya ini telah mengantarkan Kabupaten Sumba Barat meraih indeks ETPD sebesar 86,6 persen dan predikat sebagai Kabupaten Digital.
“Saya mengajak para pimpinan daerah se-Daratan Sumba untuk terus berkolaborasi, bersinergi, dan saling memberikan masukan konstruktif. Kemajuan daerah bergantung pada komitmen para pemimpinnya,” ujar Bupati Yohanis Dade.
Sesi arahan kepala daerah se-Daratan Sumba menghadirkan strategi pengendalian inflasi dan percepatan digitalisasi.
- Bupati Sumba Barat Daya menyoroti digitalisasi retribusi pasar dan PBB online, serta penguatan koordinasi TPID untuk menekan inflasi pangan.
- Bupati Sumba Timur menekankan pentingnya kolaborasi lintas kabupaten untuk menjaga daya beli masyarakat.
- Wakil Bupati Sumba Tengah menguraikan strategi stabilisasi harga melalui operasi pasar, peningkatan produksi pangan lokal, dan digitalisasi pajak desa.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT menyampaikan bahwa inflasi di Pulau Sumba masih terkendali di bawah rata-rata nasional. Namun, isu pasokan pangan dan ketahanan pertanian tetap menjadi perhatian karena ketergantungan pada curah hujan dan keterbatasan irigasi.
Secara keseluruhan, High Level Meeting TPID TP2DD Sumba menegaskan pentingnya sinergi antar kabupaten dalam menekan inflasi, memperkuat transformasi digital daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat Pulau Sumba. (*/rnc)
