Ende, RakyatNTT.ID — Hari pertama Turnamen Pra Event ETMC Ende 2025 yang digelar di Stadion Marilonga, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (19/10/2025), berlangsung di bawah guyuran hujan deras yang menyebabkan tribun stadion tampak sepi penonton.

Laga pembuka antara Perse Ende melawan Persematim Manggarai Timur yang dimulai pukul 16.00 WITA berjalan dalam suasana lengang. Hujan yang terus mengguyur sejak siang hingga sore membuat hanya puluhan penonton yang hadir di tribun utama, sementara tribun ekonomi sektor A, B, C, D, dan E juga tampak sama sepinya.

Kondisi serupa terjadi pada laga kedua antara Persena Nagekeo versus Persami Maumere yang digelar pukul 19.30 WITA. Animo masyarakat belum terlihat meningkat karena dua pertandingan tersebut masih bersifat uji coba.

Cuaca dan Faktor Uji Coba Pengaruhi Jumlah Penonton

Ketua Panitia ETMC 2025, Pieter Mithe, menjelaskan kepada wartawan bahwa faktor cuaca menjadi penyebab utama rendahnya jumlah penonton di hari pertama Pra Event ETMC Ende 2025.

“Selain hujan deras, dua laga ini masih uji coba, jadi wajar penonton belum terlalu antusias,” ujar Pieter.

Ia juga menambahkan bahwa penjualan tiket resmi ETMC akan dikelola oleh Bank NTT dengan dua metode, yaitu pembelian langsung di loket stadion dan pemesanan online.

Ia menegaskan, harga tiket yang dijual pada Pra Event tidak akan berubah saat ETMC resmi digelar.

“Angka yang kami simulasi sekarang akan tetap digunakan pada ETMC nanti,” jelasnya.

Harga Tiket dan Simulasi Pra Event

Dalam simulasi hari pertama ini, panitia melakukan uji coba menyeluruh, mulai dari sistem penjualan tiket hingga perangkat pertandingan.

“Pra Event ini kami jadikan simulasi menyeluruh, baik di lapangan maupun di luar lapangan. Semua sektor sudah mulai berjalan,” tambah Pieter.

Hasil pertandingan hari pertama:

  • Persematim Manggarai Timur menang 3–2 atas Perse Ende
  • Persena Nagekeo menundukkan Persami Maumere dengan skor 1–0

Sebelumnya, sejumlah warga Ende sempat mengeluhkan harga tiket Pra Event ETMC 2025 yang dinilai terlalu mahal. Panitia menetapkan harga Rp50.000 untuk tribun utama dan Rp20.000 untuk tribun ekonomi. (rnc16)