Ia menerangkan, kontribusi CSR Bank NTT sangat bermanfaat untuk program penyambungan listrik bahi rumah tangga tidak mampu yang belum berlistrik di wilayah Kabupaten Matim, sebagai salah satu upaya peningkatan rasio elektrifikasi.

Bupati Agas menjelaskan rasio elektrifikasi Kabupaten Matim hingga keadaan Agustus 2025 sebesar 89,41 %. Sehingga hal ini yang menjadi dasar Pemda Kabupaten Matim minta bantuan Bank NTT melalui program CSR untuk pemasangan baru listrik.

Ia menyebut, tahun 2025 menjadi tahun kedua CSR Bank NTT berkontribusi dalam program pemasangan listrik bagi 152 rumah tangga tidak mampu di wilayah itu. Bantuan dalam program yang sama pada tahun 2023 dengan sasaran 294 rumah tangga dan 14 fasilitas umum menyebar di 12 kecamatan.

Ia juga meminta kepada masyarakat kabupaten Matim untuk bisa menabung dan memanfaatkan jasa layanan Bank NTT. Selain itu meminta pihak Bank NTT untuk buka kantor pelayanan di wilayah Wukir, kecamatan Elar Selatan. Sebab warga merindukan adanya lembaga Bank di wilayah itu.

Kepala Bank NTT Cabang Borong, Machsi Y. H. Tasekeb, menjelaskan bahwa bantuan CSR dari Bank NTT ini sebetulnya atas dasar permintaan Pemda Matim melalui surat Bupati Matim sebagai salah satu pemegang saham kepada Direksi Bank NTT pada 21 Juli 2025. Peruntukan CSR itu adalah program sambungan listrik.