Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Tahapan penyaringan calon Rektor Undana Periode 2025-2029 menyisakan tiga calon. Ketiganya adalah Prof. Dr. Apris Adu, S.Pt., M.Kes (25 suara), Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, ST., M.Eng (24 suara) dan Prof. Dr. Drs. Malkisedek Taneo, M.Si (6 suara).
Untuk diketahui, salah satu bakal calon, Dr. Hamza Wulakada dalam pemungutan suara hanya meraih 1 suara sehingga tersisih dan gagal lolos ke pemilihan putaran II.
Pemilihan putaran II nanti bakal berlangsung sengit lantaran mengikutsertakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) yang memiliki 35 persen suara.
Dengan selisih suara yang terpaut tipis, pemilihan putaran II dipastikan berlangsung seru. Pemilihan putaran II akan dijadwalkan oleh Kemendiktisaintek setelah menerima laporan hasil penyaringan yang baru saja berlangsung hari ini, Kamis (25/9/2025).
Tahapan selanjutnya adalah tahapan wawancara terhadap tiga calon rektor yang dilakukan oleh Kemendiktisaintek.
Sekretaris Senat Undana, Prof. Dr. Yantus Aristarkus Neolaka kepada awak media usai pemungutan suara di Gedung Rektorat Undana, Kamis (25/9/2025), mengatakan tiga nama calon yang memperoleh suara tertinggi akan dikirim ke Kemendiktisaintek pada 29 September mendatang.
Selanjutnya, ketiganya akan menjalani tahapan wawancara dari kementerian. Tahapan ini dihandle langsung oleh Kemendiktisaintek.
“Setelah itu, dua minggu setelah wawancara, maka dilakukan pemilihan. Bisa menteri sendiri datang, ataukah perwakilan menteri, itu sangat tergantung pada waktunya menteri. Jadi tugas Senat adalah menyampaikan hasil penjaringan dan penetapan bakal calon ini,” jelas Prof. Yantus.
Terkait pemilihan putaran II, ia menjelaskan akan berlangsung pada Oktober hingga 2 minggu sebelum 6 Desember 2025. Waktu pastinya akan ditentukan oleh kementerian. “Waktu pastinya tentunya nanti Pak Prof. Simon sebagai Ketua Panitia yang akan berkomunikasi dengan kementerian,” kata Prof. Yantus.
Dalam pemilihan putaran II, senat memiliki porsi 65 persen suara sedangkan kementerian memiliki porsi 35 persen suara. Total anggota senat saat ini sebanyak 61 orang.
Sementara itu, Ketua Panitia Pemilihan Rektor Undana Periode 2025-2029, Prof. Dr. Simon Sabon Ola mengatakan saat ini belum bisa dipastikan siapa dari ketiga calon ini yang akan terpilih. Ketiganya masih memiliki peluang yang sama untuk terpilih sebagai rektor di putaran II nanti.
“Tiga-tiganya aman (sama-sama berpeluang). Kenapa? Karena jumlah 25, 24, 6. Itu kalau misalnya Menteri memberikan suara pada satu orang saja, maka 6 itu juga bisa menang,” kata Prof. Simon.
Menurutnya, Mendiktisaintek akan menyalurkan hak pilihnya berdasarkan pertimbangan sesuai hasil wawancara dan penelusuran rekam jejak para calon.
“Jadi tiga-tiga ini berpeluang. Kalau enam saja berpeluang, apalagi yang 24 dan 25,” kata Prof. Simon.
Oleh karena itu, Prof. Simon menegaskan memperoleh suara tertinggi dalam pemilihan senat belum jadi jaminan untuk menang. Begitu juga sebaliknya mendapatkan suara kecil belum tentu kalah. Pasalnya, suara kementerian sebesar 35 persen akan menentukan.
“Sesudah dengan menteri, di situ baru kita tahu. Kalau sementara ini, tingginya jumlah suaranya berapa itu belum jaminan. Masih gelap,” ujarnya. (rnc)
