Kupang, RakyatNTT.ID – Dr. Hamza Wulakada tersisih di putaran pertama pemilihan Rektor Undana Periode 2025-2029. Ia hanya mengantongi 1 suara , sehingga gagal melaju ke putaran II.

Sementara tiga calon yang lolos ke putaran II adalah Prof. Dr. Apris Adu, S.Pt., M.Kes (25 suara), Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, ST., M.Eng (24 suara) dan Prof. Dr. Drs. Malkisedek Taneo, M.Si (6 suara).

Kepada awak media usai pemilihan tertutup di aula Rektorat Undana, Kamis (25/9/2025), Dr. Hamza memberikan apresiasi kepada seluruh anggota senat Undana yang telah menyalurkan hak pilihnya.

“Kita bersyukur para anggota senat sudah menggunakan hak pilihnya dengan cerdas dan bijaksana. Saya yakin dan percaya beliau bertiga representatif dan layak untuk dilanjutkan prosesnya menjadi salah satu pengganti Prof. Maxs Sanam,” kata Dr. Hamza.

Ia mengakui Undana sudah semakin dewasa dan mengedepankan rasionalitas. Oleh karena itu, tradisi ini harus terus dijaga dan ke depan harus mengenyampingkan politik primordial dan emosional.

“Itu pesan saya kenapa saya hadir di sini untuk menunjukkan bahwa Undana sudah rasional. Para Senat, komunitas di dalam sudah memiliki tingkat integritas yang baik dan akal sehat. Itu saya kira demikian,” kata Dr. Hamza.

Ia juga berpesan agar siapapun yang akan terpilih di putaran II nanti mesti merespon berbagai kebijakan nasional dan daerah dengan terjun langsung di masyarakat. Tidak boleh hanya berdiri di balik pagar, tapi mesti turun menjemput bola.

“Kita saling membantu dengan masyarakat, dengan dunia usaha semua. Itu harus jalan sama-sama. Boleh terbang menjulang tinggi, tetapi kaki harus mengakar kuat karena kasihan masyarakat di sekitar kita. Ya, itu pesan saya,” tutup Dr. Hamza. (rnc)