Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Pendahuluan
GMIT Ebenheazer Tarus Barat memiliki jemaat 828 KK dengan jumlah jiwa sebanyak 5969 orang. Merupakan salah satu jemaat yang berada di pinggiran kota dan jemaatnya perlu diberdayakan dari sisi ekonomi. Itulah yang mendorong kami dari akademisi Undana untuk melihat potensi yang cocok untuk pengembangan ekonomi jemaat dari kaum perempuan.
Keberadaan sebagai petani dan nelayan merupakan potensi yangtepat untuk dikembangkan sebagai kegiatan UKM yakni membuat alat pengasap untuk menghasilkan ikan asap. Teknologi pengasapan termasuk cara pengawetan ikan atau daging yang telah diterapkan secara turun temurun. Pengasapan ini mengakibatkan perubahan warna, flavor, dan tekstur ikan atau daging.
Sedangkan tujuan pengasapan dalam pengawetan ikan adalah untuk mengawetkan dan memberi warna serta asap yang khusus pada ikan.
Untuk menghasilkan ikan asap bermutu, perlu pengetahuan tentang teori kesegaran ikan yang meliputi proses kemunduran mutu ikan, penanganannya untuk mempertahankan kesegaran ikan, penilaian kesegaran ikan baik secara subjektif (organoleptik) maupun secara objektif (laboratory).
Selanjutnya, teknik pengolahan mulai dari pemilihan bahan baku, bahan asap, bahan pembantu, waktu dan suhu pengasapan, pengemasan, penyimpanan yang baik dan sesuai dengan SNI ikan asap. Solusi untuk permasalahan di bidang produksi dalam program kemitraan ini bertujuan untuk mengenalkan teknik pengasapan ikan dengan mesin pengasapan yang lebih efektif dalam sirkulasi asap serta lebih hemat bahan bakar kepada kelompok mitra.
Kegiatan pada program kemitraan ini juga termasuk membimbing anggota kelompok usaha se’i ikan tersebut supaya bisa melakukan secara mandiri, terampil dan tepat cara pembuatan dan teknik pengasapan ikan. Solusi untuk permasalah di bidang manajemen usaha adalah pada kegiatan ini, aspek yang menjadi penekanan adalah hal pengembangan manajemen perusahaan.
Kemampuan utama yang menjadi target dalam kemitraan ini adalah berbagai macam skill yang dibutuhkan untuk megelola suatu usaha rumah tangga yang sesuai dengan prinsip-prinsip yang berlaku khsusnya dalam hal efektivitas manajemen usaha (manajemen keuangan, pembukuan dan manajemen pemasaran).
Sesuai dengan tahapan pelaksanaan kegiatan yang sudah direncanakan maka hasil kegiatan yang sudah dikerjakan adalah sebagai berikut:
Tahapan Sosialisasi
Sosialisasi yang dilakukan mulai dari memperkenalkan jenis kegiatan yakni pengabdian kepada masyarakat sebagai wujud tridarma perguruan tinggi. Sosialisasi diawali dengan mengumpulkan kaum perempuan GMIT jemaat Ebenhaezer Tarus Barat, perkenalan tentang alat mulai pembuatan sampai pemanfaatannya, kemudian cara mempersiapkan bahan baku sampai penanganan paska pengasapan.
Tahapan Pelatihan
Pelaksanaan pelatihan ini merupakan cara efektif untuk memperkenalkan pelatihan dan pendamping pembuatan ikan asap kepada kelompok perempuan GMIT Jemaat Ebenhaezer Tarus Barat. Dalam pelatihan ini, peserta dapat belajar tentang cara pembuatan alat pengasap ikan, manfaatnya, cara pemakaian, manajemen, dan aspek-aspek lain yang terkait.
Proses pelatihan ini berupa pemberian materi ini dilakukan sebanyak dua kali pertemuan. Pada pertemuan pertama tentang cara pembuatan alat pengasap ikan secara umum dan di pertemuan kedua dijelaskan bagaimana mempersiapkan bahan baku dan cara memulai pengasapan disertai dengan demonstrasi.
Tahapan Penerapan Teknologi
Tahapan ini dilaksanakan dengan langkah-langkah:
a. Pemasangan Rangka Pendukung
Pelaksana kegiatan bekerja sama dengan mitra dan mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini melakukan pembuatan rangka dan pemasangan dinding dan bagian-bagiannya sampai menjadi satu alat yang dapat digunakan sebagai alat pengasap ikan. Penggunaan bahan terdiri dari besi galvanis sebagai rangka, plat stainless steel sebagai dinding dalam dan plat aluminium sebagai plat dinding luar serta dapurnya yang terbuat dari drum yang dibagi dua s ebagaimana terlihat pada gambar 5.
b. Pelaksanaan pengasapan ikan
Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan setelah bahan baku telah disiapkan yakni ikan yang telah diiris dengan ukuran tertentu supaya proses penyerapan asap kedalam daging ikan bisa berlangsung dengan cepat dan kandungan air dalam daging ikan bisa cepat mengalami penurunan kadar air. Pada proses ini asap dalam dapur sudah siap kemudian rak-rak yang terdiri dari dua susun mulai diisi dengan daging ikan yang sudah disiapkan.
c. Pelaksanaan edukasi mesin pengasap ikan sebagai produk UKM
Pelaksanaan kegiatan ini sebagai langkah transfer ilmu dan berbagi pengalaman kepada perempuan GMIT Jemaat Ebenhaezer tarus Barat. Dalam kegiatan ini dilakukan paparan tentang bagaimana mengelolah hasil tangkapan nelayan dalam jumlah besar, selain dijual tetapi juga olahan lainnya seperti pengasapan.
Proses pengasapan ini menjadi salah satu cara dan dapat dijadikan sebagai pendukung gerakan ekonomi masyarakat melalui usaha kecil masyarakat (UKM). Pada edukasi ini juga disampaikan pentingnya kegiatan ini secara berkesinambungan yakni menindaklajuti dengan uji laboratorium hasil ikan asap baik di laboratorium Undana maupun pada Badan Pengawas Obat dan Makanan Propinsi Nusa Tenggara Timur untuk ditindaklanjuti dengan pengurusan pada Departemen Kesehatan Kabupaten Kupang dan seterusnya dapat dibuatkan kemasan dan bisa dikomersilkan.
d. Penyerahan alat pengasap ikan kepada mitra
Penyerahan ini menunjukkan bahwa kegiatan telah selesai dilaksanakan dan hasil teknologi yang dihasilkan merupakan milik dari mitra yang dibuktikan dengan penyerahan dan serah terima alat dengan dibuktikan lewat penanda tanganan berita acara serah terima alat dari LP2M Undana melalui ketua pelaksana kepada mitra melalui pengurus perempuan GMIT Jemaat Ebenhaezer Tarus Barat.
Selanjutnya akan dijadikan sebagai alat untuk kegiatan usaha kecil masyarakat Jemaat Ebenhaezer Tarus Barat demi menunjang ekonomi jemaat. Berikut dokumentasi penyerahan alat seperti terlihat dalam gambar berikut ini.
Pelaksanaan pengabdian kemitraan masyarakat melalui pendampingan dan pelatihan pengasapan ikan dengan menggunakan mesin pengasap ikan yang telah dilaksanakan menghasilkan kesimpulan yakni suatu alat yang disebut pengasap ikan yang menjadi solusi ketika hasil tangkapan nelayan dalam jumlah besar, kemudian dengan adanya mesin pengasap ikan mendorong terbentuknya kelompok usaha kecil masyarakat di Jemaat Ebenhaezer Tarus Barat.
Sebagai rekomendasi agar produk ikan asap yang dihasilkan dapat ditindaklajuti dengan uji produk pada laboratorium Undana ataupun di BPOM Propinsi Nusa Tenggara Timur untuk selanjutnya diuruskan ijin depkes Kabupaten Kupang untuk menjadi produk komersil. (*)
