Kupang, RakyatNTT.ID – Jenasah Prada Lucky Cepril Saputra Namo telah dimakamkan di Pekuburan Kapadala, Kupang pada Sabtu (9/8/2025). Kendati demikian, cerita seputar kematiannya yang tragis lantaran dianiya sejumlah seniornya, masih jadi trending topik di sosial media.

Tidak sedikit netizen mencuitkan rasa duka atas kematian prajurit muda TNI Angkatan Darat dari Batalyon Teritorial Pembangunan (TP) 834/Wakanga Mere itu.

Salah satu cuitan yang mengundang iba datang dari salah satu perawat RSUD Aeramo bernama Krista Meo. Maklum, Prada Lucky sempat mendapat perawatan intensif selama empat hari di RSUD Aeramo, hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada Rabu (6/8/2025) di rumah sakit milik Pemda Nagekeo itu.

Krista Meo menyebut suasana di tempatnya bekerja lumayan hiruk pikuk pada Sabtu (2/8/2025) sore. Tidak lama berselang dia melihat ada beberapa orang berpakaian loreng. Setelah mendapat informasi sepintas dari rekan kerjanya, Krista langsung menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) dan bergegas ke bed (tempat tidur) tempat pasien beristirahat.

“Kondisinya memprihatinkan. Ketika dilakukan pengkajian, dia tidak banyak bersuara. Yang terdengar hanya “siap”, “ijin” dengan nada yang lemah. Tatapannya seperti menyimpan banyak keluhan tetapi tidak mampu diutarakan. Semua pertanyaan dijawab oleh yang mendampinginya,” tulis Krista lewat akun facebooknya Khrista M pada Minggu (10/8/2025).

Menurut Krista, mengingat kembali kondisi Prada Lucky waktu itu sungguh menyedihkan. Sangat berbeda jauh dengan foto-fotonya semasa hidup. Tetapi dia tidak berpikir bahwa Prada Lucky akan pergi secepat itu.

“Setiap hari saya mencari tahu kondisimu di teman2. Bagaimana perkembangannya dll,” sambungnya.

Krista mengaku berkomunikasi terakhir kali dengan Prada Lucky pada Senin (4/8/2025) malam. Pada malam itu, dia melihat kondisi Prada Lucky yang terus menurun. Rekan kerjanya di RSUD Aeramo juga prihatin dan sedih karena Prada Lucky jauh dari kedua orangtuanya.

Selasa pagi, lanjut Krista, Prada Lucky berjuang melawan maut. Dia lantas meminta teman-temannya untuk berbisik di telinga Prada Lucky “adek.. harus kuat karena mama mau datang”

Krista menyebut, Selasa siang, ibu Prada Lucky tiba. Dalam keadaan lemas tanpa suara, tangisan sang ibunda membangunkan Prada Lucky.

“Terlihat air mata mengalir dari kedua mata mu.. teringat waktu itu ibu mu memberitahukan engkau klo besok bapa datang.”

Seperti sudah diatur, lanjut Krista, keesokan harinya, Rabu (6/8/2025) ada penerbangan pagi. Ayah Prada Lucky ikut di penerbangan itu.

“Kau sepertinya hanya ingin berpamitan dengan kedua orangtua mu. Rabu pagi tak lama setelah bapakmu tiba, kau menghembuskan nafas terakhir mu..

Betapa kau menjadi anak yang berbakti pada orangtua.. yang selalu berpamitan sebelum pergi.”

“Duka orangtua dan keluarga mu adalah duka kami semua.. duka seluruh Indonesia dan mungkin dunia.. Bahagialah dalam Kerajaan Surga adik Luky..” tutup Krista. (rnc)