Kupang, RakyatNTT.ID Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menghadiri acara bertajuk “Mengukir Jejak-Jejak Perempuan GMIT Klasis Kota Kupang” yang berlangsung di Gedung Pramuka, Kamis (3/7/2025).

Acara ini menjadi ruang reflektif dan inspiratif bagi para perempuan gereja untuk mempertegas kontribusinya dalam pelayanan dan pembangunan sosial.

Acara dihadiri oleh para pimpinan gereja, pimpinan dinas provinsi NTT, aktivis perempuan, serta pengurus Sinode GMIT. Tercatat 78 peserta dari 37 jemaat GMIT turut ambil bagian dari total 47 jemaat yang diundang.

Apresiasi untuk Perempuan GMIT

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menyampaikan penghargaan mendalam atas dedikasi perempuan GMIT, yang disebutnya memiliki peran strategis dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat.

“Ini bukan hanya acara mengenang, tapi juga ruang inspiratif untuk meneladani peran perempuan dalam pelayanan dan sosial,” tegas Serena.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya kesehatan mental, pelatihan kecantikan, dan pemilihan obat yang tepat sebagai pendekatan menyeluruh dalam memperhatikan kesejahteraan perempuan GMIT.

Dorongan untuk Kemandirian dan Inklusi

Sebagai pemimpin perempuan, Serena mendorong para ibu gereja untuk merawat diri, percaya diri, dan mandiri. Ia juga menyerukan perlunya menciptakan ruang inklusif bagi penyandang disabilitas di lingkungan gereja.

“Perempuan GMIT punya peran krusial dalam membangun masyarakat yang ramah, inklusif, dan penuh kasih,” imbuhnya.

Promosi UMKM Lewat SABOAK

Serena turut memperkenalkan program unggulan Pemkot Kupang, yakni SABOAK (Sunday Market Buat Orang Kupang). Program ini menjadi wadah bagi UMKM lokal, termasuk perempuan GMIT, untuk memasarkan produk mereka.

“Dalam dua minggu awal, perputaran ekonomi di SABOAK mencapai Rp 250 juta. Ini bukti potensi UMKM kita sangat besar,” jelasnya.

Ia mengajak seluruh perempuan GMIT untuk ikut serta dan mendaftarkan produk mereka melalui kanal resmi pemerintah.

Ketua Panitia, Ostin Leo Lede Maliogha, S.Sos., menjelaskan bahwa acara ini bertujuan untuk eningkatkan kesadaran hak perempuan di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan politik.

Selain itu, memperkuat jaringan solidaritas antarperempuan,menumbuhkan pemimpin perempuan yang memberdayakan komunitas dan meneladani nilai-nilai dari tokoh perempuan dalam Alkitab.

Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi perempuan GMIT untuk terus mengukir jejak perubahan, tak hanya dalam pelayanan, tapi juga dalam membentuk masa depan Kota Kupang yang inklusif dan penuh harapan. (*/pkp/rnc)