Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Kami sesuaikan program dengan kondisi di lapangan. Prioritas bisa berubah tergantung kebutuhan warga setempat,” ungkap Dr. Detji.
Mahasiswa sebagai Agen Solusi
Dengan formasi kelompok kecil (10–12 mahasiswa per desa/kelurahan), Undana berharap peserta KKN mampu menjadi problem solver di tengah masyarakat. Mereka diharapkan tak hanya belajar, tapi juga memberikan solusi nyata dengan pendekatan ilmiah dan humanis.
Dr. Detji menekankan pentingnya menjaga etika dan sikap selama di lokasi KKN.
“KKN ini adalah bagian dari slogan ‘Undana Berdampak’. Teman-teman akan belajar di bangku kehidupan nyata,” katanya.
Berpartisipasi di Kegiatan Sosial dan Kemerdekaan
Tak hanya fokus pada program kerja, para mahasiswa juga akan terlibat aktif dalam kegiatan sosial, termasuk peringatan Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus mendatang di wilayah perbatasan. Ini menegaskan kehadiran mereka bukan hanya sebagai pelaksana program, tapi juga bagian dari masyarakat setempat.
Apresiasi untuk Pemda TTS
Mengakhiri audiensi, Dr. Detji menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemda TTS atas sambutan dan kepercayaan yang diberikan.
“Terima kasih kepada Pemerintah TTS yang menerima kami. Salam hangat dari Bapak Rektor,” tutupnya. (*/hms/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan