Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Jakarta, RakyatNTT.ID – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), M. Tito Karnavian membeberkan data realisasi pendapatan dan belanja daerah per Juni 2025 dari seluruh provinsi.
Hal itu disampaikan Tito Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar daring pada Senin, 7 Juli 2025.
Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), daerah provinsi yang menempati posisi pertama nasional dalam realisasi pendapatan dan belanja daerah saat ini adalah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dengan pendapatan sebesar 57,43 persen dan belanja 41,92 persen.
Setelah DIY, ada NTB yang mencatat pendapatan sebesar 46,26 persen dengan serapan belanja mencapai 38,99 persen. Kemudian disusul Jawa Barat di posisi ketiga dengan realisasi pendapatan 44,72persen dan belanja 38,79 persen, Kepulauan Riau pendapatan 39,48 persen dan belanja 38,25 persen, serta Jawa Timur dengan pendapatan 48,59 persen dan belanja 37,71 persen.
Adapun di posisi keenam sampai sepuluh antara lain Lampung dengan pendapatan 39,94 persen dan belanja 37,70 persen, Jawa Tengah pendapatan 45,68 persen dan belanja 37,48 persen, serta Sumatera Barat pendapatan 47,59 persen dan belanja 37,48 persen.persen
Dua provinsi lainnya adalah Gorontalo yang mencatat pendapatan 43,81 persen dan belanja 37,20 persen, serta Banten dengan pendapatan 39,91 persen dan belanja 34,94 persen .
Berdasarkan data yang dipaparkan tersebut, realisasi pendapatan Provinsi NTT hingga Juni 2025 baru mencapai 38,04% sementara realisasi belanja baru sebesar 30,59%.
NTT terlihat masih kalah jauh dari NTB dan Bali. NTB bahkan menempati posisi kedua dengan realisasi pendapatan sebesar 46,26% dan belanja sebesar 38,99%. Sementara Bali berada di peringkat 11 dengan realisasi pendapatan sebesar 48,00% dan realisasi belanja sebesar 34,29%.
Untuk diketahui, target pendapatan dalam APBD Provinsi NTT tahun anggaran 2025 adalah Rp 5,2 triliun. (rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan