Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
oleh: Robert Kadang
Tak patah arang setelah sempat terpuruk. Semangat pantang menyerah dan bangkit kembali, terus diperlihatkan warga Kuan Maumolo. Mereka tetap menjaga asa. Manyala. Dan, berharap kelak ada yang membantu. Keluar dari persoalan yang membelit. Kekeringan.
“Semangat kami tidak pernah padam. Dengan dukungan Pak Frans Go, kami siap bangkit kembali. Kuan Maumolo akan jadi setra produksi sayur lagi,” ungkap Stefanus Kefi kepada RakyatNTT.com, Kamis (10/7/2025).
Tokoh muda Maumolo ini berharap, setelah pengeboran air dilakukan, segera diikuti pembuatan reservoar sehingga air bisa segera dialirkan, dan masyarakat memanfaatkan dengan baik. “Saya dengar pengeboran sudah dilakukan, dan air sudah keluar. Kami sangat bersyukur. Terima kasih Pak Frans yang sudah melihat langsung kesusahan kami di Kuan Maumolo,” tambah Stefanus.
Terpisah, Drs. Niko Suni, MT, tokoh masyarakat Timor Tengah Utara asal Kuan Maumolo, mengaku senang mengetahui pengeboran air yang dilakukan, berhasil. “Ini bukti kehidupan di Kampung Maumolo sudah nampak. Terima kasih Tuhan. Terima Bapak Fransiscus Go. Tanpa bantuan dan kebaikan hati beliau, masyarakat Maumolo akan terus mengalami kekeringan dan susah untuk mengolah lahan pertaniannya,” tandasnya.
Sekedar tahu, Kuan Maumolo, sebuah kampung di pinggiran Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), dulunya terkenal sebagai daerah sentra produksi sayur mayur. Sayuran yang dihasilkan petani Kuan Maumolo, dipasok ke pasar-pasar yang ada di Kota Kefamenanu. Bukan hanya sayuran, tapi juga buah-buahan.
Tapi itu dulu. Kondisi Kuan Maumolo sekarang ini, memprihatinkan. Kekeringan melanda dan mendera. Sudah puluhan tahun. Pernah ada upaya. Tapi gagal. Itu karena, pengeboran yang dilakukan tidak melibatkan “unsur adat”. Air sempat keluar. Tidak berapa lama, kering lagi. Sampai akhirnya kering kerontang.
Terkait keberhasilan warga Maumolo melakukan pengeboran air, Direktur Yayasan Felix Maria Go (YFMG), Fransiscus Go mengatakan, dengan ketersediaan yang tercukupi, maka tanggungjawab bersama untuk menciptakan peluang ekonomi. “Sebagai tindak-lanjut setelah air tersedia, maka ini menjadi tanggungjawab kita bersama untuk menciptakan peluang ekonomi. Kami dari Yayasan Felix Maria Go akan melakukan pendampingan, agar Kuan Maumolo bisa mandiri seperti dulu,” kata Frans Go.
Dia menambahkan, peluang ekonomi yang bisa diwujudkan yakni menanam sayur dan umbi-umbian, membuat produk turunan dari hasil bumi Maumolo, pembenahan sistem packaging serta pemberdayaan dalam hal pemasaran produk mereka. “Tentu pendidikan dasar dan kesehatan mendasar dari anak-anak Maumolo juga tidak kami lupakan. Komprehensif dan harus bersama-sama warga semua.Keaktifan warga menentukan keberhasilan mereka sendiri,” imbuh Frans Go. (*)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan