“Kita ingin uang masyarakat berputar di daerah sendiri. Produk-produk NTT harus punya nilai tambah agar bisa bersaing di pasar luar,” tegasnya.

Program-program ini diharapkan menjadi pintu masuk kolaborasi lebih erat antara diaspora dan pemerintah, terutama dalam memajukan UMKM dan produk unggulan daerah.

Digitalisasi Organisasi dan Kekuatan Diaspora

Selain membahas strategi ekonomi, pertemuan ini juga membuka diskusi tentang peta potensi dan tantangan diaspora NTT di Bali, termasuk pemaparan konsep digitalisasi organisasi IKB Flobamora untuk tata kelola yang lebih efektif.

Gubernur Melki menutup pertemuan dengan harapan bahwa diaspora NTT tak hanya menjadi kebanggaan di perantauan, tapi juga menjadi kekuatan yang memberi dampak nyata bagi pembangunan di NTT. (*/bap/rnc)