Kupang, RakyatNTT.ID Pemerintah Kabupaten Kupang melalui Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D), Juhardi D. Selan, secara resmi membuka kegiatan Public Expose hasil pendataan keluarga usaha pertanian hortikultura di Desa Besmarak, Kecamatan Nekamese.

Acara ini merupakan bagian dari Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) yang diinisiasi oleh BPS Kabupaten Kupang, dan berlangsung di Hotel Harper, Kota Kupang, Selasa (15/7/2025).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi NTT Indra Achmad Sofian Souri, Kepala BPS Kabupaten Kupang I Made Suantara, Kepala Dinas Kominfo Yawan Mau, serta pejabat lainnya termasuk Camat Nekamese Yermie Koanak dan Kepala Desa Besmarak Petrus Laazar Timate.

Dalam sambutan tertulis Bupati Kupang, yang dibacakan oleh Juhardi Selan, disebutkan bahwa kegiatan ini bertujuan mengevaluasi program, menyampaikan hasil pendataan, dan menyusun rekomendasi pembangunan berbasis data akurat. “Kegiatan ini adalah bagian penting dalam perencanaan pembangunan berbasis bukti,” ujarnya.

Juhardi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk tim BPS, perangkat desa, OPD, camat, akademisi, dan NGO seperti Wahana Visi Indonesia yang telah mendampingi proses ini. Ia berharap hasil evaluasi bisa digunakan tidak hanya di Desa Besmarak tetapi juga menjadi model untuk desa-desa lain di Kabupaten Kupang.

Statistisi Ahli Madya BPS NTT, Indra Souri, menyatakan bahwa potensi hortikultura di Besmarak harus digali melalui pendataan yang akurat. “Membangun dengan data memang sulit, tetapi membangun tanpa data jauh lebih sulit,” ungkapnya.

Kepala Desa Besmarak, Petrus Timate, merinci tahapan program Desa Cantik di desanya, mulai dari sosialisasi, pelatihan petugas, pendataan lapangan, hingga analisis data. Ia menegaskan manfaat besar yang dirasakan desa dari tersedianya data terpercaya untuk perencanaan pembangunan.

Acara juga diisi dengan pemaparan dari akademisi Politeknik Pertanian Kupang, Melinda Moata, dan Wahana Visi Indonesia melalui Project Coordinator Ferdinand Bano, yang menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor dalam membangun desa berbasis data. (*/rnc)