Statistisi Ahli Madya BPS NTT, Indra Souri, menyatakan bahwa potensi hortikultura di Besmarak harus digali melalui pendataan yang akurat. “Membangun dengan data memang sulit, tetapi membangun tanpa data jauh lebih sulit,” ungkapnya.

Kepala Desa Besmarak, Petrus Timate, merinci tahapan program Desa Cantik di desanya, mulai dari sosialisasi, pelatihan petugas, pendataan lapangan, hingga analisis data. Ia menegaskan manfaat besar yang dirasakan desa dari tersedianya data terpercaya untuk perencanaan pembangunan.

Acara juga diisi dengan pemaparan dari akademisi Politeknik Pertanian Kupang, Melinda Moata, dan Wahana Visi Indonesia melalui Project Coordinator Ferdinand Bano, yang menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor dalam membangun desa berbasis data. (*/rnc)