Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ende, RakyatNTT.ID – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Ende mencetak prestasi membanggakan dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-45 Dekranas yang berlangsung di Dome Balikpapan, Kalimantan Timur, 8–10 Juli 2025.
Dengan membawa ragam produk tenun dan aksesoris khas Ende-Lio, partisipasi Dekranasda Ende berhasil meraih penjualan fantastis lebih dari Rp 75 juta selama gelaran pameran nasional tersebut.
Tenun Ende-Lio Mencuri Perhatian Nasional
Ketua Dekranasda Kabupaten Ende, Cici M. Badeoda, menyatakan bahwa momen ini dimanfaatkan maksimal untuk mengenalkan produk kriya unggulan lokal yang mengusung nilai estetika, sosial, hingga religi.
“Kami hadir dengan tenun khas Ende-Lio dalam bentuk tas, topi, selendang, dan sarung. Harganya mulai dari Rp 35.000, namun nilai budayanya jauh lebih tinggi,” ujar Cici kepada media ini, Sabtu (19/7/2025).
Dengan lebih dari 200 stan dari berbagai daerah dan kehadiran sekitar 2.000 pengunjung, produk asal Ende mendapatkan animo pasar yang tinggi, membuktikan bahwa kerajinan lokal mampu bersaing di level nasional.
Dari Promosi ke Pembinaan UMKM
Tak hanya fokus pada penjualan, Dekranasda Kabupaten Ende juga menjadikan ajang ini sebagai momentum untuk membangun jejaring dan promosi berkelanjutan.
“Ke depan kami akan lebih aktif turun ke lapangan untuk membina perajin kecil yang belum punya pasar. Sosialisasi dan pendampingan menjadi kunci agar semua bisa naik kelas,” tegas Cici.
Dekranasda juga menargetkan kemitraan strategis dengan BUMDes dan koperasi desa sebagai mitra penampung hasil kerajinan, agar distribusi produk lebih efisien dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Galeri Tenun Lokal Siap Sambut Pasar Wisata dan Ekspor
Sebagai bagian dari roadmap promosi, Dekranasda Kabupaten Ende telah menyiapkan galeri permanen untuk memamerkan dan memasarkan produk tenun khas Ende-Lio, dengan tampilan yang dikemas modern dan menarik.
“Galeri ini akan menjadi ruang bagi pecinta tenun, baik lokal maupun mancanegara, untuk mengenal lebih dalam produk kita. Ini akan berdampak langsung bagi perekonomian perajin,” ungkap Cici optimis.
Ia pun menutup pernyataan dengan semangat kebangkitan UMKM dan budaya lokal. “Bersama Dekranasda, kita akan buktikan bahwa kerajinan Ende bisa menjadi ikon, bukan hanya karena cantiknya motif, tapi karena punya nilai ekonomi dan identitas yang kuat.” (rnc16)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan