Sana’a, RakyatNTT.ID Kelompok pemberontak Houthi di Yaman secara terbuka mengancam akan menyerang kapal-kapal militer dan kapal perang Amerika Serikat (AS) di Laut Merah jika AS melancarkan serangan ke Iran dalam dukungannya terhadap Israel.

Ancaman ini disampaikan langsung oleh Juru Bicara Militer Houthi, Yahya Saree, dalam siaran televisi yang dikutip Anadolu Agency.

“Jika AS terlibat dalam serangan terhadap Iran bersama musuh Israel, maka angkatan bersenjata kami akan menargetkan kapal-kapal dan kapal perang AS di Laut Merah,” tegas Saree.

Menurut Saree, pasukan Houthi telah memantau setiap pergerakan di kawasan dan akan mengambil langkah hukum untuk melindungi Yaman dari segala bentuk agresi.

“Setiap bentuk serangan Amerika yang mendukung Israel tidak akan kami biarkan. Itu adalah bagian dari upaya memperluas kekuasaan Israel atas wilayah ini,” tambahnya.

Ketegangan Semakin Meningkat

Pernyataan Houthi muncul hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan serangan udara besar-besaran ke tiga fasilitas nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Esfahan. Dalam unggahannya di media sosial, Trump menyebut operasi itu berhasil dan menyerukan Iran untuk melakukan perundingan damai.

Hingga kini, belum ada respons resmi dari pihak Iran maupun Houthi terkait pengumuman Trump.

Iran sendiri telah memperingatkan bahwa markas militer AS di Timur Tengah dapat menjadi target potensial jika AS ikut campur dalam konfliknya dengan Israel.

Gencatan Senjata AS–Houthi Terancam Gagal?

Pada Mei lalu, AS dan Houthi sepakat dalam sebuah perjanjian gencatan senjata, di mana kelompok bersenjata tersebut setuju untuk tidak menyerang kapal-kapal AS sebagai imbalan atas dihentikannya serangan udara AS di Yaman. Namun, ancaman terbaru dari Houthi bisa mengancam kelangsungan kesepakatan itu.

Sementara itu, konflik Iran–Israel yang meletus pada 13 Juni terus memakan korban. Menurut laporan otoritas Israel, sedikitnya 25 orang tewas dan ratusan lainnya terluka akibat serangan rudal Iran.

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan Iran melaporkan bahwa lebih dari 430 orang tewas dan 3.500 lainnya terluka akibat serangan udara Israel. (*/rnc)