Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Hingga kini, belum ada respons resmi dari pihak Iran maupun Houthi terkait pengumuman Trump.
Iran sendiri telah memperingatkan bahwa markas militer AS di Timur Tengah dapat menjadi target potensial jika AS ikut campur dalam konfliknya dengan Israel.
Gencatan Senjata AS–Houthi Terancam Gagal?
Pada Mei lalu, AS dan Houthi sepakat dalam sebuah perjanjian gencatan senjata, di mana kelompok bersenjata tersebut setuju untuk tidak menyerang kapal-kapal AS sebagai imbalan atas dihentikannya serangan udara AS di Yaman. Namun, ancaman terbaru dari Houthi bisa mengancam kelangsungan kesepakatan itu.
Sementara itu, konflik Iran–Israel yang meletus pada 13 Juni terus memakan korban. Menurut laporan otoritas Israel, sedikitnya 25 orang tewas dan ratusan lainnya terluka akibat serangan rudal Iran.
Di sisi lain, Kementerian Kesehatan Iran melaporkan bahwa lebih dari 430 orang tewas dan 3.500 lainnya terluka akibat serangan udara Israel. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan