Ba’a, RakyatNTT.ID – Setelah sekitar tujuh tahun vakum, suara raungan mesin kembali menggema di Sirkuit Mandala, Kelurahan Mokdale, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kembalinya olahraga otomotif di Rote Ndao ditandai dengan pembukaan Kejurda Open Gastrack Bupati Rote Ndao Cup I Tahun 2026, Jumat (2/10/2026).

Kejuaraan yang berlangsung selama tiga hari, 2-4 Oktober 2026, tersebut resmi dibuka oleh Wakil Bupati Rote Ndao Apremoi D. Dethan, yang juga menjabat sebagai Ketua IMI Kabupaten Rote Ndao.

Pembukaan berlangsung meriah dengan dihadiri anggota DPRD Provinsi NTT sekaligus Ketua Sasando Motor Rote Club, Simson Polin, Sekretaris IMI Provinsi NTT Sokan Teibang, Kapolres Rote Ndao AKBP Henry Eko Irawan, S.I.K., jajaran Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD Rote Ndao, Pj. Sekda Rote Ndao Daniel W. Nalle, S.Pt., Asisten II, pimpinan OPD, tokoh masyarakat, sponsor, keluarga pemilik lahan Sirkuit Mandala, panitia, pelaku UMKM, serta para pembalap, manajer dan ofisial.

Ketua IMI NTT Gavriel Putranto Novanto berhalangan hadir dan diwakili oleh Sekretaris IMI NTT.

Pembalap dari Enam Daerah Ramaikan Sirkuit Mandala

Kejurda Gastrack Bupati Rote Ndao Cup I tidak hanya diikuti pembalap dari daerah tuan rumah. Para pembalap dari sejumlah kabupaten/kota di NTT turut ambil bagian dalam kejuaraan tersebut.

Peserta datang dari Kabupaten Ende, Belu, Timor Tengah Selatan (TTS), Kabupaten Kupang, Kota Kupang dan Rote Ndao.

Antusiasme semakin terasa ketika seruan “Salam otomotif, gaspol!” menggema sebelum para pembalap turun ke lintasan Sirkuit Mandala.

Kehadiran peserta dari berbagai daerah sekaligus menjadi tanda bahwa Sirkuit Mandala kembali diperhitungkan sebagai salah satu arena olahraga otomotif di NTT.

Bukan Sekadar Adu Kecepatan

Wakil Bupati Rote Ndao Apremoi D. Dethan mengatakan, penyelenggaraan Kejurda Gastrack Bupati Rote Ndao Cup I bukan sekadar mencari pembalap tercepat.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat dan prestasi, sekaligus menumbuhkan sportivitas.

“Kegiatan ini merupakan ruang untuk mengembangkan bakat serta prestasi generasi muda, menumbuhkan sportivitas serta menggerakkan sektor ekonomi, olahraga dan pariwisata di Kabupaten Rote Ndao,” ujar Apremoi.

Ia mengatakan, Rote Ndao sudah sekitar tujuh tahun tidak menggelar kegiatan gastrack. Karena itu, kembalinya kejuaraan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk menghidupkan kembali olahraga otomotif secara berkelanjutan di Rote Ndao.

“Tahun kemarin kita sudah menyelenggarakan satu kegiatan drag bike dan tahun ini kita menyelenggarakan kegiatan gastrack Kejurda Bupati Cup I Kabupaten Rote Ndao. Harapannya tahun depan akan terus ada kegiatan seperti ini,” tegasnya.

Jadi Bagian Penjaringan Atlet Menuju PON 2028

Kejurda Gastrack Rote Ndao Cup I juga memiliki nilai strategis karena menjadi bagian dari proses penjaringan atlet untuk menghadapi PON 2028 yang akan berlangsung di NTT dan NTB.

Sekretaris IMI NTT Sokan Teibang mengatakan, rangkaian kejuaraan yang digelar di daerah akan menjadi salah satu bagian dari proses penetapan pembalap yang dipersiapkan untuk cabang gastrack.

Sedikitnya lima pembalap muda nantinya akan dipersiapkan. Hasil seleksi tersebut akan dilaporkan kepada IMI NTT hingga ke tingkat pusat.

“Biarlah daerah paling selatan Indonesia ini menjadi bagian dari sejarah otomotif NTT dan kemudian menjadi bagian dari cerita PON, khususnya cabang bermotor,” kata Sokan.

Dengan demikian, Kejurda Gastrack Bupati Rote Ndao Cup I tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga membuka peluang lahirnya pembalap muda yang dapat membawa nama Rote Ndao dan NTT ke level nasional.

70 Personel Polisi Dikerahkan, Keselamatan Jadi Prioritas

Aspek keamanan menjadi perhatian penting dalam pelaksanaan kejuaraan tersebut.

Kapolres Rote Ndao AKBP Henry Eko Irawan mengungkapkan sekitar 70 personel kepolisian dikerahkan untuk mengamankan jalannya kegiatan.

Ia mengingatkan para pembalap agar menjunjung tinggi sportivitas dan tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun peserta lainnya.

Penonton juga diminta tidak mengabaikan keselamatan hanya demi mendapatkan tontonan dari jarak dekat.

“Hiburan memang penting, tetapi keselamatan lebih penting,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Sokan Teibang. Menurutnya, keselamatan harus menjadi perhatian utama dalam setiap penyelenggaraan event otomotif.

Pengalaman kecelakaan dalam kegiatan otomotif di daerah lain, kata dia, harus menjadi pelajaran agar setiap kejuaraan menerapkan standar keselamatan secara serius.

Dorong UMKM dan Pariwisata Rote Ndao

Selain menjadi ajang olahraga, Kejurda Gastrack Bupati Rote Ndao Cup I diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Kehadiran pembalap, manajer, ofisial dan penonton dari luar daerah meningkatkan kebutuhan terhadap penginapan, makanan, minuman dan berbagai kebutuhan lainnya.

Kondisi tersebut membuka peluang bagi pelaku UMKM lokal untuk mendapatkan manfaat dari perputaran ekonomi selama kejuaraan berlangsung.

Anggota DPRD Provinsi NTT sekaligus Ketua Sasando Motor Rote Club, Simson Polin, juga mengajak para pembalap dan rombongan yang datang ke Rote Ndao agar tidak hanya mengikuti perlombaan.

Mereka diharapkan menyempatkan diri menikmati berbagai destinasi dan potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Rote Ndao.

Simson turut memberikan penghormatan kepada keluarga almarhum Keneng Malelak yang disebut sebagai sosok pembuat arena Sirkuit Mandala.

Lintasan yang menjadi bagian dari sejarah olahraga otomotif Rote Ndao tersebut tetap dipertahankan dengan sejumlah perbaikan.

Kejurda Open Gastrack Bupati Rote Ndao Cup I 2026 mempertandingkan enam kelas utama, tujuh kelas supporting/open, empat kelas khusus lokal Rote Ndao serta kelas eksibisi.

Setelah sekitar tujuh tahun terdiam, mesin-mesin balap kembali meraung di Sirkuit Mandala.

Lebih dari sekadar arena adu kecepatan, kejuaraan ini membawa misi untuk membuka ruang bagi lahirnya pembalap muda Rote Ndao dan NTT, menjaring calon atlet menuju PON 2028, sekaligus menggerakkan UMKM dan memperkenalkan potensi wisata Rote Ndao. (rnc12)