Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Karena itu, pemerintah daerah perlu memastikan kesiapan lahan dan petani agar program tersebut dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan produksi.
Ratu Wulla menekankan pentingnya pemetaan lahan, pendataan kesiapan petani, serta pendampingan teknis kepada kelompok tani.
Pendampingan diperlukan agar hasil pertanian yang dihasilkan memenuhi standar dan kualifikasi industri bioetanol.
Selain itu, ia meminta adanya sinergi lintas sektor, termasuk dukungan jajaran TNI dan Polri, untuk membantu kelancaran pelaksanaan program di lapangan.
Menurut dia, keberhasilan program tersebut tidak hanya diukur dari peningkatan produksi pertanian, tetapi juga dari manfaat ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pengembangan jagung dan ubi kayu untuk bahan baku bioetanol diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani, membuka lapangan kerja baru, serta menggerakkan perekonomian masyarakat di Kabupaten SBD.
Ratu Wulla juga menyoroti potensi komoditas lokal lain, yakni jambu mete. Selama ini, masyarakat umumnya memanfaatkan kacang mete, sedangkan buahnya kerap terbuang dan belum dimanfaatkan secara optimal.
Ia berharap potensi komoditas lokal tersebut dapat menjadi perhatian dalam pengembangan sektor pertanian dan energi terbarukan di daerah.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan