Kupang, RakyatNTT.ID – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Provinsi NTT dan para mitra pembangunan agar menghasilkan program serta aksi yang konkret bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Melki saat berdialog langsung dengan para mitra pembangunan dalam forum Friends of NTT: General Audience, 5 Minutes Presentation, and Matchmaking Tahun 2026 yang digelar di Hotel Harper Kupang, Jumat (2/10/2026).

“Saling mengetahui program satu sama lain merupakan salah bagian dari kolaborasi. Kita tidak boleh khawatir akan keterbatasan. Provinsi NTT ini besar dengan potensi luar biasa yang belum sepenuhnya dimaksimalkan,” kata Melki.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan berbagai mitra pembangunan tidak berhenti pada pertukaran informasi maupun pertemuan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi langkah nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Saya berharap sinergi Pemerintah Provinsi NTT dan mitra ini dapat melahirkan langkah serta tindakan yang benar-benar konkret bagi masyarakat,” tegasnya.

Friends of NTT Jadi Wadah Perkuat Kemitraan

Forum Friends of NTT 2026 diselenggarakan melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi NTT.

Kegiatan tersebut sebelumnya dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma pada Jumat pagi. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi desk tematik hingga siang hari dan ditutup dengan dialog interaktif bersama Gubernur NTT pada sore hari.

Kepala Bapperida Provinsi NTT Theresia Maria Florensia mengatakan, Friends of NTT 2026 dirancang sebagai wadah untuk memperkuat koordinasi, pertukaran pengetahuan, jejaring, serta kesepakatan kerja sama antara pemerintah dan mitra pembangunan.

Forum tersebut dibangun melalui empat desk tematik yang mempertemukan berbagai pihak sesuai bidang dan program masing-masing.

“Ke depan, dashboard monitoring dan evaluasi terpadu program mitra pembangunan di 22 kabupaten/kota ini akan dicek dan dievaluasi progresnya setiap tahun agar Friends of NTT menjadi sebuah ekosistem kemitraan yang berkelanjutan,” ujar Theresia.

Gubernur Dorong Evaluasi Program Secara Berkala

Dalam dialog bersama para mitra pembangunan, Gubernur Melki juga menekankan pentingnya membangun titik temu antara program pemerintah dengan berbagai inisiatif yang dijalankan mitra pembangunan.

Menurutnya, penyelarasan program diperlukan agar sumber daya, pengalaman, dan potensi yang dimiliki berbagai pihak dapat diarahkan untuk memberikan dampak yang lebih nyata.

Melki juga menggarisbawahi pentingnya evaluasi berkala terhadap berbagai program strategis pemerintah, termasuk penanganan stunting dan persoalan sosial lainnya.

“Evaluasi rutin setiap dua hingga tiga bulan diperlukan untuk meninjau perkembangan program, mengidentifikasi kendala, serta memastikan intervensi yang dilakukan semakin terarah,” ujarnya.

Ia berharap mekanisme evaluasi tersebut dapat membantu pemerintah dan mitra pembangunan mengetahui perkembangan program secara lebih terukur sekaligus mempercepat penyelesaian berbagai kendala yang ditemukan di lapangan.

Libatkan Pemerintah, NGO hingga Mitra Pembangunan

Forum Friends of NTT 2026 turut dihadiri jajaran perangkat daerah, lembaga swadaya masyarakat (LSM) lokal dan internasional, mitra bilateral dan multilateral, serta perwakilan TP PKK, TP Posyandu, Pokja PAUD, dan Pokja Literasi.

Kehadiran berbagai unsur tersebut memberikan ruang bagi para mitra pembangunan untuk menyampaikan pandangan sekaligus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah.

Theresia dari LSM Bengkel APPeK NTT mengapresiasi penyelenggaraan forum tersebut. Menurutnya, Friends of NTT menjadi ruang untuk mempertemukan pemerintah dengan organisasi masyarakat sipil dalam membahas berbagai persoalan pembangunan.

“Melalui berbagai mekanisme kerja yang berbeda, pemerintah dan NGO memiliki tujuan yang sama, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTT,” ungkapnya.

Melalui forum tersebut, Pemerintah Provinsi NTT berharap kerja sama dengan para mitra pembangunan dapat semakin terarah, terukur, dan berkelanjutan sehingga berbagai potensi daerah dapat dimaksimalkan untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. (*/rnc)