Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Jumlah korban akibat gempa bumi yang melanda daratan Flores di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah. Data terbaru mencatat 69 orang meninggal dunia dan 331 orang mengalami luka-luka, baik berat maupun ringan.
Berdasarkan data terbaru dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT, Selasa (18/8/2026) pukul 09.oo Wita, selain korban jiwa, dampak gempa juga menyebabkan kerusakan besar pada rumah warga. Sebanyak 19.840 rumah mengalami kerusakan, dengan 6.463 unit di antaranya masuk kategori rusak berat.
Data tersebut mencakup tujuh kabupaten terdampak utama, yakni Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ende, Sikka, Ngada dan Nagekeo.
69 Orang Meninggal Dunia
Rincian korban meninggal dunia akibat gempa NTT tersebar di sejumlah kabupaten.
- Manggarai: 26 orang
- Manggarai Barat: 2 orang
- Manggarai Timur: 25 orang
- Ende: 2 orang
- Sikka: 4 orang
- Ngada: 2 orang
- Nagekeo: 8 orang
Dengan demikian, total korban meninggal dunia mencapai 69 orang.
Sementara itu, korban luka-luka tercatat sebanyak 331 orang, dengan rincian:
- Manggarai: 119 orang
- Manggarai Barat: 21 orang
- Manggarai Timur: 84 orang
- Ende: 14 orang
- Sikka: 37 orang
- Ngada: 34 orang
- Nagekeo: 22 orang
Para korban yang mengalami luka-luka ini masih sementara dirawat di berbagai fasilitas Kesehatan terdekat.
Hampir 20 Ribu Rumah Warga Rusak
Gempa juga menimbulkan kerusakan signifikan terhadap permukiman warga.
Total terdapat 19.840 rumah warga rusak, termasuk 6.463 rumah yang mengalami kerusakan berat.
Kerusakan rumah berdasarkan wilayah tercatat:
- Manggarai: 1.983 unit
- Manggarai Barat: 3.493 unit
- Manggarai Timur: 7.480 unit
- Ende: 951 unit
- Sikka: 227 unit
- Ngada: 2.839 unit
- Nagekeo: 2.862 unit
- Sumba Timur: 5 unit
Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah rumah terdampak paling banyak, yakni mencapai 7.480 unit.
Besarnya dampak kerusakan tersebut membuat kebutuhan terhadap tempat tinggal sementara, logistik, layanan kesehatan dan pemulihan infrastruktur menjadi semakin mendesak.
Pemprov NTT Salurkan Bantuan Logistik
Pemerintah Provinsi NTT melalui BPBD terus mendukung penanganan darurat dengan mengerahkan bantuan logistik dan peralatan.
Bantuan yang disiapkan antara lain 1.050 kilogram beras, 40 lembar terpal berukuran 6×8 meter, 100 lembar tikar dan 50 kasur lipat.
Selain itu, Pemprov NTT juga mengerahkan tiga unit kendaraan untuk mendukung mobilisasi bantuan dan penanganan di lapangan.
Jaringan Telekomunikasi Dipulihkan
Dukungan terhadap masyarakat terdampak juga datang dari sektor telekomunikasi.
Operator Telkomsel dan Indosat memberikan dukungan untuk aktivasi BTS serta pemulihan jaringan internet di tujuh kabupaten terdampak gempa.
Pemulihan jaringan komunikasi menjadi bagian penting dalam penanganan bencana karena mendukung koordinasi petugas, komunikasi keluarga serta penyebaran informasi kebencanaan kepada masyarakat.
Berbagai Instansi dan Lembaga Turut Bantu
Penanganan dampak gempa NTT juga melibatkan berbagai kementerian, lembaga, organisasi profesi dan badan usaha.
Dukungan antara lain datang dari ESDM Siaga Bencana serta Perhimpunan Dokter Bedah Orthopaedi untuk membantu kebutuhan penanganan kesehatan masyarakat terdampak.
Sementara itu, BPJN turut memberikan dukungan berupa enam unit truk dan peralatan penunjang untuk membantu penanganan infrastruktur jalan yang terdampak bencana.
Bantuan logistik juga datang dari Askrindo (Asuransi Kredit Indonesia) sebagai bentuk dukungan terhadap masyarakat yang tengah menghadapi masa tanggap darurat.
Penanganan Masih Terus Dilakukan
Dengan jumlah korban dan kerusakan yang terus terdata, pemerintah bersama BPBD, TNI, Polri, Basarnas, tenaga kesehatan serta berbagai unsur lainnya masih melakukan penanganan di sejumlah wilayah terdampak.
Fokus penanganan mencakup evakuasi dan pelayanan korban, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, distribusi logistik, pemulihan akses jalan dan jaringan komunikasi, serta pendataan kerusakan.
Pemerintah juga terus mengimbau masyarakat terdampak untuk tetap waspada terhadap gempa susulan dan mengikuti informasi resmi dari instansi berwenang. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan