Pemkab Flotim menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen. Untuk mencapai target tersebut, peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu faktor penting yang harus diperkuat.

Antonius menyoroti persoalan literasi dan numerasi yang masih menjadi tantangan. Di sisi lain, tuntutan kualifikasi tenaga kerja juga terus meningkat sehingga generasi muda Flores Timur perlu dipersiapkan agar mampu bersaing.

“Tantangan yang kita hadapi saat ini adalah literasi dan numerasi. Kualifikasi dunia kerja juga sekarang tinggi, jadi kalau kita ambil langkah cepat supaya anak-anak kita bisa lompat tinggi, oke juga lah. Kita perlu menyiapkan mereka,” katanya.

Fokus Peternakan hingga Pengembangan SDM

Selain sektor pendidikan, Pemkab Flores Timur juga membutuhkan dukungan kepakaran Undana untuk mengembangkan sejumlah sektor unggulan daerah, salah satunya peternakan.

Kolaborasi juga diarahkan pada pengembangan kapasitas SDM melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Program tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan kualifikasi dan kompetensi SDM yang sudah bekerja maupun berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Dengan dukungan perguruan tinggi, pemerintah daerah berharap kebijakan dan program pembangunan dapat disusun berdasarkan kajian, data, serta pendekatan ilmiah.

Undana Siap Turunkan Kepakaran

Menanggapi kebutuhan tersebut, Rektor Undana Prof. Jefri S. Bale menegaskan kesiapan kampus untuk berkontribusi dalam pembangunan Flores Timur.