Ende, RakyatNTT.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kabupaten Ende terus melakukan pendataan kerusakan sekolah setelah gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Dinas P dan K Kabupaten Ende, Venantius Minggu, S.Pd., M.Pd., mengatakan pendataan kerusakan sekolah masih dilakukan secara real time untuk mengetahui kondisi bangunan yang mengalami kerusakan ringan maupun berat.

Hal tersebut disampaikan Venantius kepada media di sela-sela koordinasi penanganan dampak gempa, Minggu (16/8/2026).

Menurutnya, kepala Dinas P dan K dari sejumlah kabupaten di Pulau Flores telah melakukan koordinasi melalui pertemuan daring untuk membahas langkah penanganan sektor pendidikan pascagempa.

“Pertadi malam kepala Dinas P dan K sedaratan Flores melaksanakan zoom meeting. Untuk saat ini masih dihimpun secara real time data kerusakan ringan dan berat sekolah dalam Kabupaten Ende,” jelas Venantius.

Sekolah Terdampak Gempa Disiapkan Tenda Belajar

Untuk memastikan kegiatan pembelajaran tetap dapat berlangsung di tengah kondisi darurat, pemerintah menyiapkan tenda sebagai ruang belajar sementara bagi sekolah yang mengalami kerusakan.

Tenda tersebut akan digunakan untuk kegiatan belajar mengajar di luar ruang kelas, khususnya pada sekolah dengan kondisi bangunan yang belum memungkinkan digunakan secara normal.

Selain tenda, dukungan pembelajaran juga akan diberikan melalui kit pembelajaran.

Menurut Venantius, bantuan berupa tenda dan perlengkapan pembelajaran tersebut dijadwalkan dikirim oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada 18 Agustus 2026.

“Untuk langkah selanjutnya, akan dibangun tenda untuk belajar di luar kelas, bersama KIP pembelajaran, dimana sedianya tenda serta kit pembelajaran tersebut akan dikirim tanggal 18 dari pihak Kemendikdasmen,” ujarnya.

Kemendikdasmen Siapkan Dukungan Psikologis

Tidak hanya kebutuhan sarana pembelajaran, pemerintah juga menyiapkan pendampingan psikologis bagi anak-anak yang terdampak gempa.

Kemendikdasmen akan mendatangkan tenaga terapi psikis untuk membantu anak-anak menghadapi dampak psikologis akibat bencana.

Layanan tersebut akan menjangkau lima kabupaten terdampak gempa, yakni Ende, Nagekeo, Sikka, Flores Timur, dan Ngada.

Posko layanan untuk wilayah tersebut rencananya dipusatkan di Kabupaten Ende.

Sementara untuk wilayah Flores bagian barat, posko akan dipusatkan di Labuan Bajo untuk melayani Kabupaten Manggarai Timur dan Manggarai Barat.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu pemulihan psikologis anak-anak sekaligus memastikan proses pendidikan tetap mendapatkan perhatian selama masa tanggap darurat.

Siswa Ende Belajar dari Rumah Selama 10 Hari

Venantius juga menyampaikan bahwa sesuai arahan Bupati Ende terkait kondisi kedaruratan akibat gempa, pemerintah daerah akan mengeluarkan surat edaran mengenai pelaksanaan pembelajaran selama masa tanggap darurat.

Dalam kebijakan tersebut, siswa diminta belajar dari rumah selama 10 hari, sementara kepala sekolah dan guru tetap berada di sekolah untuk melakukan berbagai persiapan dan memastikan layanan pendidikan tetap berjalan.

Kebijakan tersebut berlaku mulai 18 Agustus hingga 28 Agustus 2026.

Setelah periode tersebut, kegiatan belajar mengajar akan kembali disesuaikan dengan kondisi keamanan dan kenyamanan sekolah maupun lingkungan sekitar.

“Selama 10 hari anak-anak belajar di rumah, sedangkan kepala sekolah dan guru di sekolah. Berlaku mulai tanggal 18 Agustus sampai 28 Agustus 2026,” jelasnya.

KBM Menyesuaikan Kondisi Sekolah

Venantius menegaskan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan sekolah dan perkembangan kondisi pascagempa.

Untuk sekolah yang mengalami kerusakan sedang dan ruang kelasnya belum aman digunakan, kegiatan pembelajaran dapat dilakukan di luar kelas dengan memanfaatkan tenda sementara.

“Kerusakan sedang di luar kelas dengan menyiapkan tenda,” tandasnya.

Sementara pendataan terhadap sekolah yang mengalami kerusakan ringan maupun berat masih terus dilakukan untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.

Pemerintah juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait dukungan sarana, perlengkapan pembelajaran, serta kebutuhan lainnya bagi sekolah terdampak.

Orang Tua Diminta Tidak Panik

Di tengah kondisi pascagempa dan munculnya gempa susulan, Venantius mengimbau para orang tua tetap tenang dan tidak panik.

Ia meminta masyarakat mengikuti informasi dan arahan resmi pemerintah terkait aktivitas pendidikan serta kondisi keamanan sekolah.

“Orang tua diharapkan tetap tenang dan tidak panik,” pungkasnya.

Kebijakan belajar dari rumah dan penyediaan tenda pembelajaran sementara menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga keselamatan siswa sekaligus memastikan hak anak untuk tetap mendapatkan layanan pendidikan selama proses penanganan dampak gempa di Kabupaten Ende. (rnc16)