Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kefamenanu, RakyatNTT.ID – Dewan Pimpinan Daerah Perempuan Rakyat Indonesia (DPD PERI) Nusa Tenggara Timur (NTT) turun langsung ke tengah masyarakat desa untuk memperkenalkan Partai Rakyat Indonesia (PRI) sekaligus melihat potensi ekonomi yang dimiliki masyarakat, khususnya kaum perempuan.
Kehadiran PERI NTT kali ini menyasar Desa Tubu, Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), bertepatan dengan peringatan HUT pertama Partai Rakyat Indonesia (PRI), Sabtu (8/8/2026).
Ketua DPD PERI NTT Actry Mevy Amalo bersama jajaran DPD PRI NTT melihat langsung aktivitas masyarakat serta berbagai produk lokal yang dihasilkan warga Desa Tubu.
Salah satu yang mendapat perhatian adalah kain tenun adat hasil karya perempuan desa yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi bagian penting dari identitas dan warisan budaya masyarakat NTT.
Actry Beli Tenun Karya Perempuan Desa Tubu
Dalam kunjungan tersebut, Actry Mevy Amalo bahkan membeli sejumlah kain tenun hasil karya perempuan Desa Tubu sebagai bentuk dukungan langsung terhadap usaha masyarakat lokal.
Menurut Actry, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong agar produk-produk masyarakat desa tidak berhenti sebagai hasil kerajinan untuk kebutuhan lokal, tetapi memiliki peluang untuk masuk ke pasar yang lebih luas.
Selain tenun, PERI NTT juga melihat berbagai produk dan usaha masyarakat lainnya yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan dan memiliki nilai jual lebih tinggi.
“Kami datang bukan hanya untuk melihat, tetapi juga ingin ikut merasakan dan mendukung apa yang menjadi usaha masyarakat, khususnya perempuan di desa. Tenun yang dihasilkan bukan hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari identitas dan budaya masyarakat NTT,” kata Actry.
PERI NTT Dorong Produk Perempuan Desa Masuk Pasar Lebih Luas
Actry menilai perempuan desa memiliki keterampilan dan potensi ekonomi yang besar. Karena itu, diperlukan dukungan agar produk yang mereka hasilkan dapat dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.
PERI NTT, kata dia, akan memanfaatkan jaringan yang dimiliki untuk membantu memperkenalkan dan mempromosikan produk-produk lokal tersebut.
“Kami akan berupaya agar melalui PERI, berbagai usaha masyarakat ini bisa dipromosikan lebih luas. Harapannya, semakin banyak orang mengenal produk mereka dan semakin besar pula peluang ekonomi yang bisa diperoleh masyarakat,” ujarnya.
Menurut Actry, pengembangan ekonomi masyarakat tidak harus mengorbankan adat dan budaya. Sebaliknya, kekayaan budaya seperti kain tenun dapat menjadi modal ekonomi apabila dikelola, dikembangkan dan dipromosikan secara konsisten.
Tenun jadi Titik Temu Budaya dan Ekonomi
Kain tenun tradisional memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat NTT. Selain digunakan dalam berbagai kegiatan adat, tenun juga menjadi sumber penghasilan bagi banyak perempuan di pedesaan.
Karena itu, penguatan usaha tenun dinilai dapat memberikan dua manfaat sekaligus, yakni menjaga keberlangsungan budaya dan membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga.
PERI NTT memandang perempuan sebagai salah satu penggerak penting ekonomi desa. Berbagai keterampilan yang dimiliki perempuan, mulai dari menenun hingga mengembangkan produk lokal lainnya, dinilai perlu mendapatkan ruang promosi dan akses pasar.
Pelestarian budaya pun tidak seharusnya hanya ditempatkan sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga dapat menjadi bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat.
PRI dan PERI NTT Dekatkan Diri dengan Masyarakat
Dalam kunjungan ke Desa Tubu, Actry didampingi jajaran DPD PRI NTT, di antaranya Ketua DPD PRI NTT Vicoas Amalo, Sekretaris DPD PRI NTT Bunggati Umbu Weni, Bendahara DPD PRI NTT Andyos Manu, serta jajaran DPC PRI Kabupaten TTU.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya PRI dan PERI NTT untuk mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus melihat secara langsung potensi yang dimiliki desa.
Bagi PERI NTT, kehadiran di tengah masyarakat menjadi penting agar berbagai persoalan dan potensi ekonomi dapat dilihat secara langsung, bukan hanya melalui laporan atau pertemuan formal.
Perempuan desa dinilai tidak hanya memiliki peran penting dalam keluarga, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi melalui berbagai usaha yang mereka jalankan.
Karena itu, PERI NTT menyatakan komitmennya untuk terus mendorong pemberdayaan perempuan, memperkenalkan produk lokal ke pasar yang lebih luas serta ikut menjaga keberlangsungan adat dan budaya masyarakat NTT.
Melalui langkah tersebut, PRI dan PERI NTT ingin menunjukkan bahwa keberpihakan kepada rakyat kecil tidak berhenti pada slogan, tetapi diwujudkan melalui kehadiran langsung di tengah masyarakat serta dukungan terhadap potensi ekonomi yang mereka miliki. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan