Kalabahi, RakyatNTT.ID – Kekayaan wisata alam dan budaya Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini mulai mendapat ruang lebih luas di dunia digital.

Mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) Alor Carita 2026 menghadirkan program SELAMI ALOR KABOLA untuk memperkenalkan potensi wisata, budaya, sejarah lisan, hingga paket wisata Kabola melalui satu platform website terpadu.

Program bertajuk “SELAMI ALOR KABOLA: Digitalisasi Terpadu Potensi Wisata, Paket Wisata, Sejarah Lisan, dan Artikel Budaya Kecamatan Kabola dalam Satu Platform Website” tersebut dilaksanakan selama tiga minggu, yakni 1–22 Juli 2026.

Program ini lahir dari pengamatan mahasiswa KKN-PPM UGM terhadap potensi pariwisata Kabola yang dinilai sangat kaya, tetapi belum sepenuhnya mendapatkan dukungan promosi melalui media digital.

Padahal, Kecamatan Kabola memiliki kekayaan alam, budaya, atraksi wisata, serta cerita rakyat yang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Potensi Wisata Kabola Belum Maksimal di Dunia Digital

Selama ini, sejumlah destinasi wisata di Kabola dikelola secara swadaya oleh masyarakat. Namun, keterbatasan media promosi membuat informasi mengenai destinasi, atraksi, akses, hingga pengalaman wisata belum tersaji secara sistematis.

Calon wisatawan juga belum memiliki saluran digital yang dapat mempertemukan mereka secara langsung dengan pengelola atraksi wisata.

Selain persoalan promosi, mahasiswa KKN-PPM UGM menemukan persoalan lain yang tidak kalah penting, yakni keberadaan legenda dan sejarah lisan masyarakat Suku Kabola yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Cerita-cerita tersebut selama ini lebih banyak disampaikan secara lisan. Kondisi tersebut membuat warisan budaya berisiko hilang apabila tidak segera didokumentasikan.

Berangkat dari persoalan tersebut, mahasiswa kemudian merancang SELAMI ALOR KABOLA sebagai upaya menggabungkan promosi wisata sekaligus pelestarian budaya melalui teknologi digital.

Gabungkan Wisata, Budaya, dan Sejarah Lisan

Program SELAMI ALOR KABOLA memiliki sejumlah sasaran utama. Salah satunya adalah mendigitalisasi potensi wisata Kabola agar dapat dipromosikan secara lebih sistematis kepada masyarakat luas.

Selain itu, program tersebut diarahkan untuk membangun citra paket ekowisata dan budaya yang dapat mempertemukan pengelola atraksi dengan calon wisatawan.

Mahasiswa juga mendokumentasikan legenda dan sejarah lisan masyarakat Suku Kabola sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya lokal.

Pendekatan yang digunakan dalam pengemasan destinasi wisata adalah storynomics tourism, yakni strategi yang memanfaatkan kekuatan cerita untuk memperkuat daya tarik sebuah destinasi.

Melalui pendekatan tersebut, wisatawan tidak hanya diperkenalkan pada lokasi atau objek wisata, tetapi juga diajak memahami cerita, sejarah, serta nilai budaya yang melekat di dalamnya.

Program ini juga menghasilkan artikel-artikel riset yang diharapkan dapat memperkaya literasi mengenai budaya dan pariwisata Kabola.

Survei hingga Produksi Konten

Untuk mewujudkan program tersebut, mahasiswa KKN-PPM UGM melaksanakan sejumlah tahapan secara berurutan.

Kegiatan diawali dengan orientasi, koordinasi, serta perencanaan bersama para pemangku kepentingan di wilayah setempat.

Tim kemudian melakukan survei langsung ke berbagai destinasi dan atraksi wisata untuk mengumpulkan data lapangan. Proses tersebut dilanjutkan dengan wawancara mendalam bersama masyarakat serta penelusuran berbagai sumber pendukung.

Data yang terkumpul kemudian dianalisis dan diolah menjadi materi konten.

Tahap berikutnya meliputi produksi visual, desain, dan penyuntingan. Seluruh materi tersebut kemudian diintegrasikan ke dalam satu platform website terpadu.

Dengan proses tersebut, informasi wisata Kabola tidak lagi tersebar secara terpisah, tetapi dikemas dalam satu ruang digital yang lebih mudah diakses masyarakat maupun calon wisatawan.

Website Sajikan Profil Destinasi hingga Paket Ekowisata

Hasil dari program tersebut berupa website terpadu yang memuat berbagai informasi mengenai potensi wisata dan budaya Kecamatan Kabola.

Profil destinasi wisata disusun berdasarkan konsep 4A, yaitu Attraction, Accessibility, Amenities, dan Ancillary.

Konsep tersebut digunakan untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai suatu destinasi, mulai dari daya tarik wisata, akses menuju lokasi, fasilitas pendukung, hingga layanan penunjang lainnya.

Website tersebut juga menyediakan informasi mengenai paket ekowisata dan budaya yang dikemas menggunakan pendekatan pemasaran personal.

Selain itu, terdapat arsip legenda interaktif serta artikel-artikel riset yang membahas budaya dan pariwisata Kabola.

Platform tersebut kini telah selesai dipublikasikan dan dapat diakses oleh masyarakat secara luas.

Legenda Suku Kabola Diarsipkan Secara Digital

Salah satu aspek yang menjadi keunggulan SELAMI ALOR KABOLA adalah dokumentasi legenda dan sejarah lisan masyarakat Suku Kabola.

Cerita yang sebelumnya hanya diwariskan melalui tuturan antargenerasi kini mulai ditulis dan diarsipkan dalam bentuk digital.

Dokumentasi tersebut menjadi langkah penting dalam menjaga keberadaan cerita rakyat lokal agar dapat dipelajari oleh generasi berikutnya.

Bagi mahasiswa KKN-PPM UGM, dokumentasi tersebut bukan hanya bagian dari promosi wisata, tetapi juga bentuk pelestarian identitas masyarakat Kabola.

Dengan tersedianya arsip digital, cerita rakyat tidak hanya dapat dinikmati oleh masyarakat lokal, tetapi juga berpotensi dikenal oleh masyarakat dari luar Alor.

Promosi Wisata Dikemas Lebih Personal

Keunikan lain dari program SELAMI ALOR KABOLA terletak pada pendekatan sensory marketing dan narasi personal dalam pengemasan paket ekowisata.

Promosi tidak hanya menyajikan daftar tempat wisata atau informasi teknis. Konten dibuat dengan pendekatan yang lebih personal sehingga calon wisatawan seolah mendapatkan undangan untuk mengenal Kabola secara lebih dekat.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan pengalaman yang lebih emosional bagi calon pengunjung sebelum mereka benar-benar datang ke lokasi.

Website juga membuka ruang komunikasi langsung antara pengelola atraksi wisata dengan calon wisatawan sehingga informasi maupun kebutuhan wisata dapat dikomunikasikan tanpa harus selalu melalui pihak perantara.

Diharapkan Berlanjut Setelah KKN Berakhir

Mahasiswa KKN-PPM UGM Alor Carita 2026 berharap SELAMI ALOR KABOLA tidak berhenti setelah masa pelaksanaan KKN selesai.

Ke depan, cakupan artikel dan dokumentasi budaya yang saat ini masih berfokus pada Kecamatan Kabola diharapkan dapat diperluas hingga mencakup wilayah lain di Kabupaten Alor.

Keberlanjutan pengelolaan website juga diharapkan dapat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat bersama pemerintah desa.

Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, platform tersebut dapat terus berkembang menjadi ruang digital yang aktif untuk memperkenalkan kekayaan wisata dan budaya Alor kepada khalayak yang lebih luas.

Program SELAMI ALOR KABOLA menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata tidak hanya berkaitan dengan memperkenalkan tempat wisata. Di balik sebuah destinasi terdapat cerita, sejarah, tradisi, dan identitas masyarakat yang menjadi bagian penting dari pengalaman wisata.

Melalui perpaduan digitalisasi dan pelestarian cerita rakyat, wisatawan yang datang ke Kabola diharapkan tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga mengenal lebih dekat kisah dan budaya yang hidup bersama masyarakat setempat. (rnc)