Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kalabahi, RakyatNTT.ID – Potensi wisata, produk UMKM hingga cerita adat di Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini mulai mendapat ruang baru untuk dikenal lebih luas.
Tim KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) Alor Carita 2026 menghadirkan Kabola Digital Hub, sebuah platform digital yang tidak sekadar menyajikan informasi wilayah, tetapi juga menjadi etalase potensi lokal dan ruang untuk mendokumentasikan kekayaan budaya masyarakat.
Langkah ini menarik karena berbagai informasi yang sebelumnya tersebar di masyarakat kini dihimpun dalam satu platform digital.
Mulai dari destinasi wisata, produk UMKM, peta wilayah, statistik kependudukan, kesehatan, populasi ternak hingga cerita tentang tradisi dan budaya Kabola tersedia dalam satu portal.
Bukan Sekadar Website, Cerita Kabola Ikut Diselamatkan
Salah satu bagian menarik dari Kabola Digital Hub adalah rubrik “Cerita Kabola”.
Rubrik tersebut menjadi ruang untuk mendokumentasikan kekayaan lokal yang selama ini lebih banyak diwariskan secara lisan.
Cerita tentang gastronomi lokal, tenun ikat, tradisi lisan, ritual adat hingga cerita rakyat masyarakat Kabola dihimpun dan dikemas dalam bentuk digital.
Bagi tim pengembang, langkah tersebut penting agar pengetahuan lokal tidak hanya hidup dari generasi ke generasi secara lisan, tetapi juga memiliki dokumentasi yang dapat diakses masyarakat lebih luas.
Dengan demikian, teknologi digital tidak hanya digunakan untuk mempromosikan daerah, tetapi juga menjadi salah satu cara menjaga identitas budaya masyarakat Kabola.
Dari UMKM hingga Destinasi Wisata jadi Etalase Digital
Kabola Digital Hub juga membawa misi ekonomi.
Produk UMKM masyarakat Kabola dapat diperkenalkan melalui katalog digital. Destinasi wisata juga memperoleh ruang promosi sehingga calon pengunjung dapat mengenal potensi wilayah sebelum datang langsung.
Platform tersebut bahkan menghadirkan NTT Mart by Dekranasda Alor, yang menjadi etalase produk unggulan dan ekonomi kreatif khas NTT yang berada di Kabupaten Alor.
Dengan konsep tersebut, Kabola Digital Hub diharapkan dapat mempertemukan informasi, promosi wisata dan potensi ekonomi masyarakat dalam satu ekosistem digital.
Mahasiswa UGM Turun Langsung Kumpulkan Data
Platform ini tidak dibangun hanya berdasarkan informasi yang tersedia di internet.
Tim KKN-PPM UGM melakukan pengumpulan data langsung di lapangan dengan melibatkan tokoh adat, pelaku UMKM, kader kesehatan serta perangkat kelurahan.
Tokoh adat menjadi sumber informasi penting untuk menggali pengetahuan lokal dan cerita budaya. Pelaku UMKM memberikan informasi produk, sedangkan pemerintah kelurahan membantu menyediakan data monografi serta melakukan validasi.
Pendekatan tersebut membuat Kabola Digital Hub tidak hanya menjadi produk teknologi, tetapi juga hasil kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat.
Ada Peta Digital hingga Data Ternak
Kabola Digital Hub juga menawarkan informasi yang lebih teknis mengenai wilayah.
Platform ini dilengkapi peta administrasi berbasis Geographic Information System (GIS), statistik demografi, statistik kesehatan masyarakat serta data populasi hewan ternak.
Informasi tersebut dilengkapi profil Kecamatan Kabola, Kelurahan Kabola dan Desa Pante Deere.
Kombinasi data tersebut membuat platform tidak hanya berguna bagi wisatawan, tetapi juga dapat menjadi sumber informasi bagi masyarakat dan pemerintah dalam mengenali kondisi serta potensi wilayah.
Tantangan Berikutnya: Jangan Sampai Berhenti setelah KKN Selesai
Salah satu tantangan utama dari platform digital berbasis masyarakat adalah keberlanjutan.
Tim KKN-PPM UGM menyadari hal tersebut. Karena itu, Kabola Digital Hub dibangun menggunakan sistem Content Management System (CMS) yang memungkinkan pengelola memperbarui informasi tanpa harus memiliki kemampuan pemrograman.
Pengelolaan selanjutnya akan dilakukan secara kolaboratif oleh Kelurahan Kabola, Desa Pante Deere dan Pokdarwis.
Tim KKN juga telah memberikan pelatihan penggunaan CMS serta panduan teknis kepada calon pengelola.
Dengan sistem tersebut, informasi mengenai potensi Kabola dapat terus diperbarui meskipun program KKN telah berakhir.
Membawa Kabola Keluar dari Peta Lokal
Peluncuran Kabola Digital Hub pada akhir Juli 2026 mendapat respons positif dari pemerintah kelurahan dan masyarakat.
Kehadiran platform ini membuka peluang agar potensi Kabola tidak hanya dikenal oleh masyarakat sekitar, tetapi juga dapat ditemukan oleh masyarakat dari luar daerah.
Pada akhirnya, misi yang dibawa bukan sekadar membuat sebuah website.
Kabola Digital Hub menjadi upaya membawa cerita, budaya, wisata dan produk masyarakat Kabola keluar dari ruang lokal menuju ruang digital yang lebih luas.
Tim KKN-PPM UGM Alor Carita 2026 berharap platform tersebut dapat berkembang menjadi fondasi ekosistem digital daerah yang membantu promosi pariwisata, memperkuat UMKM, menjaga warisan budaya dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Kabola. (rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan