Mbay, RakyatNTT.ID – Sebanyak 91 calon mahasiswa asal Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi dilepas Bupati Nagekeo Simplisius Donatus untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Institut Teknologi dan Sains (ITS) Mandala Jember dan Universitas Mercu Buana Yogyakarta.

Acara pelepasan berlangsung di Aula Setda Kantor Bupati Nagekeo, Senin (10/8/2026).

Dari 91 calon mahasiswa tersebut, sebanyak 78 orang akan menempuh pendidikan di ITS Mandala Jember, sementara 13 orang melanjutkan studi di Universitas Mercu Buana Yogyakarta.

Program tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Nagekeo dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program “Nagekeo Pintar”.

91 Anak Nagekeo Dapat Kesempatan Kuliah di Luar Daerah

Program pendidikan ini lahir dari kerja sama Pemerintah Kabupaten Nagekeo dengan perguruan tinggi mitra.

Kerja sama dengan ITS Mandala Jember diawali dengan penandatanganan MoU dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) mengenai Tri Dharma Perguruan Tinggi dan pengembangan kelembagaan.

Sementara itu, kerja sama dengan Universitas Mercu Buana Yogyakarta masih dalam proses penandatanganan MoU dan PKS. Namun, perguruan tinggi tersebut telah memberikan ruang bagi anak-anak Nagekeo untuk melanjutkan pendidikan.

Bupati Simplisius Donatus mengatakan program tersebut merupakan bagian dari visi Pemerintah Kabupaten Nagekeo periode 2024–2029 melalui program “Nagekeo Pintar”.

Menurutnya, program KIP Afirmasi membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak berprestasi untuk mendapatkan pendidikan tinggi.

“Program ini menegaskan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menghalangi prestasi akademik. Melalui skema ini anak-anak yang berprestasi dari keluarga kurang mampu didorong untuk menempuh pendidikan tinggi dan kembali sebagai agen perubahan bagi daerah,” ujar Simplisius.

Kuota Mahasiswa Nagekeo Terus Bertambah

Bupati mengapresiasi ITS Mandala Jember dan Universitas Mercu Buana Yogyakarta yang telah membuka akses pendidikan bagi generasi muda Nagekeo.

Ia berharap kerja sama tersebut terus berlanjut dan jumlah mahasiswa yang mendapatkan kesempatan kuliah melalui program tersebut dapat terus bertambah.

“Tahun 2025 kita dapat jatah 50 mahasiswa, tahun 2026 meningkat menjadi 78 mahasiswa sedangkan Universitas Mercu Buana Yogyakarta baru dijatah tahun 2026 ini sebanyak 13 orang. Mudah-mudahan 2027 dan seterusnya kita akan mendapat jatah tambahan,” kata Simplisius.

Menurutnya, peningkatan kuota tersebut merupakan hasil dari komunikasi dan pendekatan yang terus dilakukan pemerintah daerah dengan perguruan tinggi.

Bantuan Kuliah Capai Rp21,2 Juta per Mahasiswa per Tahun

Pemkab Nagekeo juga menyiapkan dukungan pembiayaan pendidikan bagi para mahasiswa yang diberangkatkan.

Untuk mahasiswa yang menempuh pendidikan di ITS Mandala Jember, bantuan mencakup Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar Rp4 juta per semester dan biaya hidup Rp800 ribu per bulan.

Dengan skema tersebut, total dukungan yang diterima setiap mahasiswa mencapai sekitar Rp17,6 juta per tahun.

Sementara mahasiswa yang berkuliah di Universitas Mercu Buana Yogyakarta memperoleh bantuan UKT sebesar Rp4 juta per semester dan biaya hidup Rp1,1 juta per bulan.

Total dukungan bagi setiap mahasiswa di kampus tersebut mencapai sekitar Rp21,2 juta per tahun.

Jika berlangsung selama empat tahun masa studi, program ini membutuhkan anggaran hingga miliaran rupiah.

“Ini adalah bukti nyata kepedulian Pemerintah Daerah Nagekeo terhadap masa depan generasi muda,” tegas Bupati.

IPK Minimal 3,30, Beasiswa Bisa Dihentikan

Di balik fasilitas pendidikan yang diberikan, Pemkab Nagekeo juga menetapkan standar prestasi yang harus dipenuhi para penerima bantuan.

Bupati meminta mahasiswa menjaga prestasi akademik dengan IPK minimal 3,30 serta menunjukkan peningkatan prestasi setiap semester.

“Jika dalam tiga semester berturut-turut tidak ada peningkatan akan diberi surat teguran bahkan beasiswanya akan dihentikan,” tegas Simplisius kepada para calon mahasiswa.

Ia meminta para mahasiswa tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan pemerintah daerah.

Selain prestasi akademik, mereka juga diminta menjaga perilaku, nama baik keluarga, serta nama baik Kabupaten Nagekeo selama berada di luar daerah.

“Harus belajar sungguh-sungguh, menjaga perilaku, serta manfaatkan kesempatan untuk meraih masa depan kalian,” pungkasnya.

Mahasiswa Diminta jadi Perintis Generasi Nagekeo

Pemerintah Kabupaten Nagekeo tidak hanya berharap para mahasiswa menyelesaikan pendidikan, tetapi juga kembali memberikan kontribusi bagi daerah.

Bupati menegaskan pemerintah daerah akan bertindak sebagai fasilitator sekaligus penanggung jawab program. Para mahasiswa juga dijanjikan pendampingan dan kontrol selama menjalani masa studi empat tahun.

“Kami menjamin rasa aman dimana akan mendapatkan pendampingan dan kontrol selama kuliah empat tahun ke depan,” ujarnya.

Para penerima program juga diharapkan menjadi perintis yang membuka jalan bagi generasi muda Nagekeo berikutnya untuk mendapatkan akses pendidikan yang lebih luas.

DPRD Nagekeo Apresiasi Program Pendidikan

Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo, Shafar, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Nagekeo yang telah memfasilitasi kerja sama pendidikan dengan ITS Mandala Jember dan Universitas Mercu Buana Yogyakarta.

DPRD berharap kerja sama tersebut terus dikembangkan sehingga manfaatnya tidak hanya terlihat dari peningkatan jumlah mahasiswa, tetapi juga dari peningkatan kualitas sumber daya manusia Nagekeo.

Kepada para calon mahasiswa, Shafar berpesan agar tetap menjaga nama baik keluarga dan daerah selama menempuh pendidikan.

“Dimanapun kalian berada, kalian tetap membawa identitas sebagai anak Nagekeo. Tunjukan generasi Nagekeo yang berintegritas, disiplin, santun, bertanggung jawab dan mampu berprestasi,” katanya.

Acara pelepasan ditutup dengan pemakaian jas almamater secara simbolis kepada tujuh perwakilan mahasiswa sebagai tanda penyerahan mahasiswa oleh Pemerintah Kabupaten Nagekeo untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi tujuan.

Program tersebut menjadi investasi jangka panjang Pemkab Nagekeo untuk mencetak generasi muda berpendidikan yang diharapkan kelak kembali membawa pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman untuk membangun daerah. (*/rnc)