Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Universitas Nusa Cendana (Undana) resmi mengumumkan hasil Seleksi Mandiri Masuk Universitas Nusa Cendana (SMMU) Tahun 2026.
Sebanyak 1.738 calon mahasiswa dinyatakan lolos dan akan menempuh pendidikan di kampus terbesar di Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut.
Pengumuman hasil seleksi disampaikan langsung oleh Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri Samuel Bale, S.T., M.Eng., di Gedung Rektorat Undana, Sabtu (20/6/2026).
Menurut Rektor, seluruh tahapan SMMU 2026 dilaksanakan dengan menjunjung tinggi prinsip objektivitas, transparansi, akuntabilitas, serta keadilan dalam proses penerimaan mahasiswa baru.
Undana Temukan Manipulasi Nilai Rapor dan Indikasi Penggunaan AI
Kepala Kelompok Kerja (KaPokja) Data Akademik Biro Akademik dan Kemahasiswaan (BAK) Undana, Hendro Soepranoto, S.Kom., M.Si., menjelaskan bahwa penentuan kelulusan dilakukan melalui penilaian komprehensif yang mencakup aspek akademik dan non-akademik.
Enam komponen utama yang menjadi dasar penilaian meliputi akreditasi sekolah, nilai rapor semester 1 hingga 5, nilai mata pelajaran pendukung program studi, rata-rata nilai ujian akhir sekolah, esai deskripsi diri, serta prestasi tambahan.
Namun, selama proses verifikasi, tim seleksi menemukan sejumlah peserta yang memasukkan nilai tidak sesuai dengan dokumen rapor asli.
“Ditemukan sejumlah peserta yang mengisi data nilai tidak sesuai dengan rapor asli, bahkan ada indikasi sengaja menaikkan nilai. Tim langsung melakukan koreksi berdasarkan dokumen resmi yang valid,” kata Hendro.
Selain persoalan integritas nilai, komponen esai deskripsi diri juga menjadi perhatian tim penilai. Sekitar 70 persen jawaban peserta memiliki tingkat kemiripan tinggi yang mengindikasikan penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI).
Meski demikian, Undana tidak melarang pemanfaatan teknologi AI. Sistem penilaian tetap memberikan nilai lebih kepada jawaban yang jujur, reflektif, serta berdasarkan pengalaman nyata peserta.
Tim penguji juga mencatat masih perlunya peningkatan kemampuan literasi kritis calon mahasiswa karena banyak peserta mengalami kesulitan dalam menyusun gagasan dan argumentasi secara sistematis.
Lapor Diri Online Dibuka 22-26 Juni 2026
Bagi peserta yang dinyatakan lulus, tahapan berikutnya adalah proses lapor diri secara daring yang berlangsung pada 22 hingga 26 Juni 2026.
Kepala Subbagian Akademik dan Kemahasiswaan Undana, Maxi Charles Talaen, S.T., M.Si., mengatakan calon mahasiswa wajib mengisi biodata melalui aplikasi UKT Undana menggunakan nomor pendaftaran SMMU 2026 sebagai username dan tanggal lahir sebagai kata sandi.
Sejumlah dokumen yang harus diunggah meliputi:
- KTP orang tua atau wali dan Kartu Keluarga (KK);
- Slip gaji atau surat keterangan penghasilan orang tua;
- Tagihan listrik tiga bulan terakhir dan tagihan air PDAM;
- Bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB);
- Bukti pajak kendaraan bermotor;
- Foto rumah bagian depan, ruang tamu, serta kamar mandi;
- KTP mahasiswa;
- Kartu BPJS atau asuransi kesehatan;
- Pasfoto berlatar belakang biru;
- Dokumen pendukung lainnya seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) apabila tersedia.
Undana mengingatkan seluruh peserta agar mengisi data secara jujur sesuai kondisi ekonomi keluarga yang sebenarnya.
“Apabila di kemudian hari ditemukan pemalsuan dokumen atau ketidaksesuaian data, Undana berhak menetapkan mahasiswa tersebut pada kelompok UKT tertinggi,” tegas Maxi Charles.
Peserta yang tidak melakukan lapor diri hingga 26 Juni 2026 akan dinyatakan gugur atau dianggap mengundurkan diri.
Undana Tegaskan Integritas dalam Penerimaan Mahasiswa Baru
Ketegasan Undana dalam mendeteksi manipulasi nilai dan indikasi penggunaan AI pada proses seleksi mandiri menjadi langkah penting dalam menjaga kualitas pendidikan tinggi di NTT.
Selama ini, jalur mandiri kerap dipersepsikan hanya sebagai jalur untuk memenuhi kuota penerimaan. Namun, melalui proses verifikasi berlapis yang ketat, Undana menegaskan bahwa integritas akademik dan kejujuran tetap menjadi fondasi utama dalam seleksi mahasiswa baru.
Dengan demikian, 1.738 kursi yang tersedia diharapkan dapat diisi oleh calon mahasiswa yang memiliki kompetensi, karakter, serta kesiapan menghadapi era transformasi digital tanpa mengabaikan nilai-nilai moral dan etika akademik. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan