Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Texas, RakyatNTT.ID – Timnas Inggris memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan hasil manis. The Three Lions berhasil mengalahkan Kroasia dengan skor 4-2 dalam laga pembuka Grup L yang berlangsung di Stadion AT&T, Arlington, Texas, Amerika Serikat, Kamis (18/6/2026) dini hari WIB.
Kemenangan ini menjadi momen bersejarah bagi pasukan Thomas Tuchel. Sebab, Inggris akhirnya mampu memutus catatan buruk selama 24 tahun saat menghadapi tim-tim yang berada di jajaran 15 besar peringkat FIFA di putaran final Piala Dunia.
Terakhir kali Inggris menaklukkan tim elite dunia di Piala Dunia terjadi pada edisi 2002 ketika mereka mengalahkan Argentina yang saat itu menempati peringkat ketiga FIFA.
Sejak kemenangan tersebut, Inggris menjalani 15 pertandingan melawan tim peringkat 15 besar dunia di Piala Dunia dengan catatan sembilan kali imbang dan enam kekalahan, seperti dilansir Sport Bible.
Meski kekuatan Kroasia tidak lagi sama seperti saat menjadi finalis Piala Dunia 2018, tim berjuluk Vatreni tetap dianggap sebagai lawan yang tangguh. Karena itu, kemenangan ini menjadi bukti bahwa Inggris mampu mengatasi tekanan dan membungkam keraguan terhadap kualitas mereka.
Empat gol kemenangan Inggris dicetak oleh Harry Kane pada menit ke-12 dan 42, Jude Bellingham (47′), serta Marcus Rashford pada menit ke-85. Sementara dua gol Kroasia dilesakkan Martin Baturina pada menit ke-36 dan Petar Musa pada masa injury time babak pertama (45+4′).
Dengan tambahan tiga poin, Inggris berada dalam posisi ideal untuk melangkah ke fase gugur. Pada laga berikutnya, Harry Kane dan kolega akan menghadapi Ghana pada Rabu (23/6/2026) pukul 03.00 WIB.
Secara statistik, Inggris lebih diunggulkan untuk meraih kemenangan dan memastikan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Usai pertandingan, pelatih Thomas Tuchel mengungkapkan pesan yang ia sampaikan kepada para pemainnya untuk mengubah jalannya pertandingan. Alih-alih memberikan tekanan, pelatih asal Jerman itu meminta skuadnya bermain lebih bebas dan tidak terlalu terbebani oleh hasil akhir.
“Saya katakan kepada mereka, bahkan jika kami kalah, itu tidak akan mengubah persepsi saya tentang apa yang sudah kami bangun selama 17 hari terakhir. Jadi, mari lakukan dengan cara kita sendiri. Kita terlalu fokus pada hasil dan terlalu melindungi apa yang sebenarnya belum kita miliki saat ini,” ujar Tuchel kepada ITV, dikutip pada Kamis (18/6/2026).
Pendekatan tersebut terbukti efektif. Inggris tampil lebih percaya diri dan berhasil mengamankan kemenangan penting yang sekaligus mengakhiri penantian panjang mereka untuk kembali mengalahkan tim elite dunia di panggung Piala Dunia. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan