Selain mencukupi kebutuhan konsumsi keluarga, hasil pertanian juga dapat digunakan untuk membiayai kebutuhan rumah tangga serta menjadi sumber tabungan jangka panjang.

Peserta juga mempelajari teknik pengolahan lahan miring menggunakan metode bingkai A, pemanfaatan tanaman hias sebagai pengusir hama alami, hingga strategi perencanaan usaha berbasis analisis pasar.

Petani di TTS dinilai tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga mampu membaca tren pasar dan mengatur jadwal tanam agar panen dilakukan saat harga komoditas berada pada titik tertinggi.

Ignas Boli: Keberhasilan Harus Dibuktikan di Lapangan

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Flores Timur Ignas Boli menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Program GAP di TTS.

Ia menilai keberhasilan program ini menjadi contoh nyata penerapan alternative financing atau pembiayaan alternatif dalam pembangunan daerah.

“Program ini terlaksana tanpa menggunakan APBD II, melainkan berkat komitmen dan kolaborasi berbagai pihak. Ini membuktikan bahwa pembangunan dapat berjalan melalui kerja sama lintas sektor,” ujar Ignas Boli.

Menurutnya, perubahan pola pikir petani merupakan kunci utama dalam menghadapi tantangan pertanian modern. Petani saat ini tidak cukup hanya menanam untuk memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga, tetapi harus mampu menjadikan pertanian sebagai sumber pendapatan yang berkelanjutan.