Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Saya tidak membawa banyak, hanya sembako dan sedikit uang dari kantong sendiri. Tapi saya percaya mereka butuh keyakinan bahwa mereka tidak sendirian,” ungkapnya.
Hadir sebagai Pelayan, Bukan Sekadar Polisi
Di rumah sederhana berdinding bambu, Sukiman disambut keluarga dengan penuh haru. Kehadirannya bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga harapan di tengah keputusasaan.
Tak hanya Stevano, sebelumnya ia juga menempuh perjalanan hingga 150 kilometer bersama Babinsa untuk membantu Petrus Febrian Tempur, pemuda yang sejak lahir tidak bisa berjalan.
Perjalanan kemanusiaan itu berlanjut hingga Desa Kaju Wangi, sejauh 90 kilometer, demi membantu Astrin Karmel Fia, remaja dengan kondisi serupa.
“Ia tidak datang sebagai pejabat, tapi sebagai pelayan. Jangan pernah menyerah, pertolongan bisa datang dari arah yang tak terduga,” kata Sukiman memberi semangat kepada keluarga yang ia kunjungi.
Wujud Nyata Polri Presisi
Dedikasi Aipda Sukiman menjadi gambaran nyata implementasi Polri Presisi di daerah terpencil—bukan sekadar teknologi atau sistem modern, tetapi kepekaan sosial dan respons cepat terhadap persoalan masyarakat.
Atas pengabdiannya, ia menerima penghargaan dari Kapolres Manggarai Timur dalam upacara yang digelar pada 9 Juni 2023.
