Jakarta, RakyatNTT.ID – Universitas Nusa Cendana (Undana) terus memperluas jejaring global sebagai bagian dari strategi transformasi menuju perguruan tinggi berdaya saing internasional.

Langkah ini ditandai dengan pertemuan strategis antara Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., dan Atase Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Turki, Dr. Cemal Sahin, di Pusat Kebudayaan Turki (Yunus Emre Enstitüsü), Jakarta, Selasa (15/4/2026).

Pertemuan tersebut bertujuan membuka peluang kolaborasi di bidang pendidikan, riset, dan kebudayaan. Rektor Undana didampingi sejumlah pimpinan unit kerja, termasuk Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Wakil Dekan I FISIP, serta Wakil Direktur I Program Pascasarjana, guna memastikan kerja sama dapat berjalan lintas disiplin.

Dr. Cemal Sahin yang juga Direktur Yunus Emre Institute Jakarta menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menegaskan komitmen pihaknya untuk menyusun roadmap implementasi agar kerja sama ini memberikan dampak konkret bagi kedua belah pihak.

Dalam diskusi tersebut, kedua pihak menyepakati empat agenda prioritas. Pertama, program beasiswa melalui Turkiye Burslari untuk membuka akses studi lanjut bagi mahasiswa dan dosen Undana. Kedua, pembentukan “Turki Corner” sebagai pusat informasi budaya dan pendidikan Turki di lingkungan kampus.

Ketiga, penguatan joint research atau kolaborasi penelitian antar dosen, terutama pada bidang ekonomi, sosial, dan budaya. Keempat, pengembangan studi bahasa dan budaya Turki sebagai bagian dari pengayaan kurikulum guna meningkatkan wawasan global sivitas akademika.

Rektor Undana, Prof. Jefri Bale, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari visi “Transformasi Total” periode 2025–2029, yang menargetkan Undana menjadi World Class University tanpa meninggalkan keunggulan lokal.

“Kolaborasi dengan institusi internasional seperti dari Turki adalah kunci untuk membawa Undana ke panggung dunia. Kami ingin riset berbasis lahan kering kepulauan di NTT mendapat pengakuan global, sekaligus menyerap keunggulan teknologi dan manajemen pendidikan dari negara maju,” ujarnya.

Pertemuan ini juga menekankan pentingnya kepemimpinan kolaboratif dalam implementasi kerja sama. Keterlibatan langsung pimpinan fakultas dan pascasarjana diharapkan mampu memperkuat eksekusi teknis di tingkat operasional.

Sebagai tindak lanjut, kedua pihak berkomitmen segera menyusun peta jalan implementasi serta mempersiapkan penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Kerja sama ini diharapkan tidak hanya memperkaya khazanah budaya di lingkungan kampus, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia Undana melalui eksposur internasional.

Sinergi antara Undana dan Kedutaan Besar Turki menjadi sinyal kuat bahwa kampus tersebut siap bertransformasi menjadi institusi pendidikan modern berkelas dunia, dengan memanfaatkan posisi strategis Turki sebagai jembatan budaya Asia dan Eropa yang maju dalam sains dan teknologi. (*/rnc)