Kupang, RakyatNTT.ID – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Kupang melakukan audiensi dengan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, dalam suasana dialogis dan terbuka di Kupang, Rabu (15/4/2026).

Pertemuan ini menjadi wadah strategis bagi GMKI Kupang untuk menyampaikan berbagai aspirasi masyarakat yang selama ini menjadi fokus advokasi mereka. Ketua GMKI Kupang, Andraviani, menegaskan bahwa organisasi tersebut tidak hanya berperan sebagai wadah kaderisasi, tetapi juga sebagai kekuatan moral dan intelektual yang berpihak pada realitas sosial di NTT.

Dalam audiensi tersebut, GMKI mengangkat sejumlah isu krusial, mulai dari persoalan kemiskinan ekstrem yang masih membelit berbagai wilayah di NTT hingga meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Selain itu, GMKI juga menyoroti maraknya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang dinilai masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat. Untuk itu, GMKI mendorong pembentukan posko anti-TPPO berbasis komunitas sebagai langkah pencegahan dan penanganan di tingkat akar rumput.

“Pemberdayaan ekonomi lokal juga penting untuk memutus rantai kerentanan masyarakat terhadap praktik perdagangan orang,” ujar Andraviani.

Tak hanya itu, GMKI turut mengusulkan penguatan pendidikan vokasi berbasis potensi daerah, seperti sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan industri kreatif. Langkah ini dinilai mampu membuka lapangan kerja sekaligus menekan angka migrasi tenaga kerja yang berisiko terhadap eksploitasi.

Isu infrastruktur juga menjadi perhatian, khususnya kondisi jalan di wilayah Amfoang yang mengalami kerusakan parah. Akses yang terbatas dinilai menghambat mobilitas masyarakat, distribusi barang, hingga pelayanan dasar.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma mengapresiasi peran aktif GMKI Kupang sebagai mitra kritis pemerintah.

“GMKI harus terus menjadi penyambung aspirasi masyarakat, konsisten menyuarakan ketidakadilan, dan hadir sebagai intelektual yang berdampak nyata,” ujarnya.

Ia juga mendorong GMKI untuk tetap bergerak dengan karakter kuat dalam iman, tajam dalam analisis, serta berani dalam tindakan sosial.

Audiensi ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi kemahasiswaan dalam menjawab berbagai persoalan di NTT. GMKI Kupang pun menegaskan komitmennya untuk terus berada di garis depan advokasi demi mewujudkan keadilan sosial dan pembangunan daerah yang lebih bermartabat. (rnc)