Tak hanya itu, GMKI turut mengusulkan penguatan pendidikan vokasi berbasis potensi daerah, seperti sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan industri kreatif. Langkah ini dinilai mampu membuka lapangan kerja sekaligus menekan angka migrasi tenaga kerja yang berisiko terhadap eksploitasi.

Isu infrastruktur juga menjadi perhatian, khususnya kondisi jalan di wilayah Amfoang yang mengalami kerusakan parah. Akses yang terbatas dinilai menghambat mobilitas masyarakat, distribusi barang, hingga pelayanan dasar.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma mengapresiasi peran aktif GMKI Kupang sebagai mitra kritis pemerintah.

“GMKI harus terus menjadi penyambung aspirasi masyarakat, konsisten menyuarakan ketidakadilan, dan hadir sebagai intelektual yang berdampak nyata,” ujarnya.

Ia juga mendorong GMKI untuk tetap bergerak dengan karakter kuat dalam iman, tajam dalam analisis, serta berani dalam tindakan sosial.

Audiensi ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi kemahasiswaan dalam menjawab berbagai persoalan di NTT. GMKI Kupang pun menegaskan komitmennya untuk terus berada di garis depan advokasi demi mewujudkan keadilan sosial dan pembangunan daerah yang lebih bermartabat. (rnc)