Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Setelah tiba di gudang penyangga Alak, pupuk akan disalurkan ke Pupuk Penyalur Tingkat Satu (PPTS) atau pengecer resmi di setiap kecamatan melalui Pelaku Usaha Distribusi (PUD).
Dalam mekanismenya, PUD menebus pupuk dari PT Pupuk Indonesia, kemudian mendistribusikannya ke pengecer sebelum disalurkan kepada petani yang telah terdaftar.
“Pengecer memastikan stok tetap tersedia sehingga petani bisa mendapatkan pupuk subsidi sesuai kebutuhan,” jelas Fadlin.
PT Pupuk Indonesia menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan percepatan distribusi pupuk NPK dan urea agar segera dimanfaatkan petani di seluruh wilayah NTT.
“Kami optimalkan agar pupuk cepat tersalurkan. Harapannya, petani semakin siap menghadapi musim tanam,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa stok pupuk di gudang sebenarnya masih tersedia, namun tambahan pasokan ini penting untuk menjaga ketersediaan tetap aman dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz B. Oemboe Wanda, mengapresiasi semua pihak atas kelancaran proses sandar dan pembongkaran kapal pupuk di Pelabuhan Tenau Kupang.
Menurutnya, percepatan distribusi ini sangat penting agar petani tidak kehilangan momentum musim tanam serta mendukung ketahanan pangan di NTT.
