Saat ini sejumlah fasilitas pendukung telah tersedia, seperti perpustakaan, ruang diskusi, ruang istirahat koas, serta akses teknologi informasi untuk menunjang proses pembelajaran klinis.

Namun, Undana tengah memprioritaskan pengadaan teknologi medis modern dan peralatan penunjang pendidikan klinis yang lebih komprehensif agar kualitas layanan kesehatan dan pendidikan kedokteran dapat terus meningkat.

Menuju Sistem Kesehatan Akademik

Revitalisasi RSPTN ini diharapkan dapat memperkuat peran RS Umum Undana dalam ekosistem Academic Health System (AHS) yang mengintegrasikan layanan kesehatan, pendidikan, dan riset medis.

Dengan dukungan teknologi dan fasilitas yang lebih lengkap, RS Umum Undana diproyeksikan tidak hanya menjadi rumah sakit pendidikan nasional, tetapi juga mampu bersaing di tingkat internasional dalam pelayanan kesehatan berbasis riset.

Keikutsertaan delegasi Undana dalam workshop ini menjadi langkah konkret universitas untuk memperkuat sinergi dengan Ditjen Dikti dan jaringan RSPTN nasional, sekaligus memastikan peta jalan pengembangan rumah sakit pendidikan berjalan sesuai standar global yang ditetapkan pemerintah. (*/rnc)