Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Situasi semakin memburuk setelah konflik di Timur Tengah memanas sejak akhir Februari 2026. Ketegangan meningkat usai serangan militer yang memicu korban jiwa dan aksi balasan berupa serangan drone dan rudal di kawasan Teluk.
Kondisi ini juga berdampak pada jalur distribusi energi global, terutama di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan minyak dunia. Gangguan di jalur ini berpotensi memicu lonjakan harga energi dan inflasi di berbagai negara, termasuk Filipina.
Dengan kebijakan darurat energi ini, pemerintah Filipina berharap dapat menjaga stabilitas pasokan, menekan dampak ekonomi, serta melindungi masyarakat dari gejolak harga energi global. (*/rnc)
