Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Kupang memastikan akan menindaklanjuti sejumlah temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI sekaligus mengoptimalkan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada awal Semester I Tahun Anggaran 2026.
Kepala Bapenda Kota Kupang, Semmy Mesakh, mengungkapkan hingga awal Maret 2026 realisasi PAD Kota Kupang telah mencapai sekitar Rp22 miliar dari total target Rp133 miliar yang ditetapkan dalam APBD 2026.
“Realisasi pendapatan asli daerah hingga awal Maret 2026 ini sudah mencapai sekitar Rp22 miliar dari target Rp133 miliar,” kata Semmy saat diwawancarai pada Jumat (13/3/2026).
Menurutnya, capaian tersebut setara dengan sekitar 20 persen dari target tahunan. Bapenda terus memantau perkembangan sumber-sumber pendapatan daerah yang sangat dipengaruhi oleh pergerakan ekonomi di Kota Kupang.
Ia menegaskan, optimalisasi pendapatan akan terus dilakukan melalui penguatan penarikan pajak daerah serta pemantauan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
“Realisasi pendapatan sudah berada di sekitar 20 persen. Artinya kami terus berupaya menyesuaikan dengan pergerakan dan geliat ekonomi yang ada,” jelasnya.
Piutang Pajak akan Diteliti Ulang
Selain fokus pada peningkatan pendapatan, Bapenda juga memastikan akan menindaklanjuti berbagai rekomendasi BPK RI, khususnya yang berkaitan dengan aspek administrasi.
