Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Menurut Angela, keberhasilan NSD tidak diukur dari kecanggihan teknologi semata, melainkan dari kedisiplinan OPD dalam mengelola data serta konsistensi pimpinan dalam menggunakan data sebagai dasar pengambilan kebijakan.
“Kami akan menerapkan SK, SOP, admin data, timeline dan jadwal input yang ketat, disertai pelaporan, evaluasi KPI bulanan, serta sistem reward dan punishment,” jelasnya.
Angela juga menambahkan bahwa NSD dipersiapkan sebagai instrumen kunci dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 serta integrasi Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Saat ini, modul UMKM dalam NSD telah berhasil menginput 68 persen dari total sekitar 14 ribu usaha di Kabupaten Nagekeo.
Aplikasi Nagekeo Satu Data yang dikembangkan bersama tim teknis Natural Computer ini dapat diakses publik melalui laman satudata.nagekeokab.go.id. Aplikasi ini memiliki 10 modul utama, meliputi kependudukan, pertanian, PUPR, UMKM, kesehatan dan pendidikan, peternakan, perikanan, pangan, serta modul pendukung lainnya.
Kegiatan peluncuran ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama oleh seluruh Kepala OPD sebagai bentuk jaminan keberlanjutan pengelolaan data, sekaligus mewujudkan “warisan data” yang kuat bagi generasi Nagekeo di masa mendatang. (*/rnc)
