Rincian Komposisi Utang:

  • Dari total Rp9.138,05 triliun, berikut komposisinya:
  • Pinjaman: Rp1.157,18 triliun
  • Pinjaman luar negeri: Rp1.108,17 triliun
  • Pinjaman dalam negeri: Rp49,01 triliun
  • Surat Berharga Negara (SBN): Rp7.980,87 triliun
  • SBN berdenominasi rupiah: Rp6.484,12 triliun
  • SBN berdenominasi valuta asing: Rp1.496,75 triliun

“Jadi Juni total outstanding utangnya Rp9.138 triliun, pinjamannya Rp1.157 triliun dan SBN Rp7.980 triliun,” jelas Suminto.

Dalam kesempatan yang sama, Suminto juga mengumumkan perubahan kebijakan publikasi data utang pemerintah. Ke depan, data utang akan dirilis per kuartal (tiga bulanan), bukan lagi bulanan.

Langkah ini diambil untuk meningkatkan kredibilitas statistik, sebab data akan disesuaikan dengan ukuran PDB nasional yang juga dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) setiap kuartal.

“Supaya statistiknya lebih kredibel, agar rasio itu tidak berdasarkan asumsi, tapi berdasarkan realisasi setiap 3 bulan,” tutur Suminto. (*/rnc)