“Ibu-ibu pasti buka warung untuk para pekerja. Tukang beli beras, telur, tahu tempe dari pasar. Semua sektor ikut bergerak — dari petani, peternak, sampai toko material,” ujar Ara.

Perumahan jadi Motor Penggerak Ekonomi Rakyat

Maruarar menegaskan, sektor perumahan memiliki multiplier effect tinggi bagi ekonomi nasional. Setiap proyek rumah subsidi melibatkan rantai pasok industri seperti semen, pasir, kaca, keramik, dan cat yang juga mendorong sektor manufaktur.

“Setiap rumah itu pasti ada truk bawa semen, pasir, kaca, keramik, dan cat. Semua itu menggerakkan ekonomi dari hulu ke hilir,” katanya.

Dua Arah Kebijakan Perumahan Nasional

Ara menjelaskan bahwa kebijakan pemerintah di sektor perumahan berjalan dalam dua arah Utama.

  • Intervensi negara untuk rakyat yang belum punya rumah melalui program rumah subsidi.
  • Bantuan untuk masyarakat yang sudah punya rumah tapi tidak layak huni melalui program BSPS, yang kini ditingkatkan dari 45 ribu menjadi 400 ribu rumah pada 2026.

“Dua arah kebijakan ini memastikan keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat, baik yang belum punya rumah maupun yang rumahnya perlu diperbaiki,” tegasnya. (*/rnc)