Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Moskow, RakyatNTT.ID – Nama Roman Avdeev kini dikenal luas sebagai salah satu bos bank terbesar di Rusia dan miliarder dengan kekayaan Rp 21 triliun.
Tapi siapa sangka, perjalanan hidupnya dimulai dari pekerjaan sebagai tukang bersih-bersih malam hari, tanpa gelar ekonomi, koneksi, atau latar belakang kaya.
Pria kelahiran 17 Juli 1967 ini memulai kariernya dari bawah, bekerja untuk menghidupi istri dan anak saat masih menjalani pendidikan. Tak hanya menjadi tentara, Avdeev juga pernah menjadi cleaning service dan penjaga malam.
Meski sejak kecil bercita-cita menjadi arkeolog, hidup membawanya ke dunia bisnis dan keuangan. Ia kemudian menyelesaikan pendidikan teknis di Universitas Teknik Lipetsk, dilanjutkan dengan kursus perbankan di Universitas Bisnis Internasional Moskow.
Dari Tentara ke Dunia Perbankan
Karier perbankannya dimulai pada awal 1990-an ketika bergabung dengan Moscow Credit Bank (MCB). Saat itu, MCB hanya memiliki 14 karyawan dan sedang berada di ambang stagnasi.
Namun Avdeev justru menjadi penggerak perubahan. Dari tahun 1994 hingga 1996, ia meluncurkan sejumlah proyek yang membuat MCB bangkit dan berkembang.
Pada tahun 2008, Avdeev memutuskan untuk menginvestasikan seluruh kekayaannya kembali ke MCB demi pengembangan bank tersebut.
Langkah nekat itu menjadi titik balik. Pada 2012, MCB sukses meraih dana investasi dari European Bank for Reconstruction and Development (EBRD) dan International Finance Corporation (IFC) dengan melepas sebagian sahamnya.
Hasilnya luar biasa—MCB masuk dalam daftar 20 bank terbesar di Rusia, dan pada 2016, menjadi salah satu dari 10 bank paling sukses secara nasional.
Miliarder Dermawan dan Ayah dari 23 Anak
Selain dikenal sebagai pengusaha sukses, Avdeev juga terkenal karena sifat dermawan dan sisi humanisnya. Bersama sang istri Elena, ia membesarkan 23 anak, empat di antaranya adalah anak kandung, sisanya merupakan anak adopsi.
Kini, menurut data real-time Forbes, kekayaan Roman Avdeev mencapai US$ 1,3 miliar, membuktikan bahwa kerja keras dan keberanian mengambil risiko bisa mengubah hidup siapa pun—termasuk seorang mantan petugas kebersihan. (*/rnc)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan